METROPOSTNews.com | Banjar – Pada pekan kemarin kota Banjar dihebohkan dengan Andri yang merupakan ODGJ yang dianggap sangat meresahkan.
AS (30) sering berkeliaran di jalanan kota Banjar dan tidak jarang dia membawa senjata tajam seperti pisau, hal ini sempat ramai dibicarakan di beberapa akun media sosial, dan beberapa dari mereka meminta pertolongan terutama kepada ini beliau agar segera mengevakuasi saudara Andri.

“Pada saat itu banyak warga yang memposting kegiatan Andri di media sosial dan saya rasa, saya rasa harus mengevakuasinya kembali” tutur Yeni yang pada saat itu kami temui di rumah sakit umum kota Banjar, karena Yeni sendiri sempat drop, pasca evakuasi saudara Andri.
Saudara Andri sekarang sudah berada di RSUD Banyumas, karena di RS UD kota Banjar tidak ada ruang isolasi untuk pasien ODGJ ekstrim, padahal sebelumnya Andri sudah dikirim ke RSUD Banyumas dan dan sempat kabur, setelah akan dikirim ke yayasan dan ini evakuasi kedua untuk Andri,
“Ini menambahkan alasan andri dibawa ke sana, karena di kota Banjar belum adanya rumah singgah untuk pasien ODGJ” jelasnya.
Selama setahun menjadi relawan bhakti Asih, Yeni dan rekan-rekan sudah mengevakuasi 110 ODGJ, hanya beliau menyayangkan dari pihak pemerintah kota Banjar belum menyediakan rumah singgah untuk mengisolasi para ODGJ.
“Kalau punya rumah singgah mah enak, kita nggak bakalan kebingungan menempatkan para ODGJ setelah keluar dari rumah sakit,” tutur yeni.
Beliau menambahkan, “kalau secara organisasi ada 17 orang tapi yang suka mobile siaga 24 jam, cuma saya berdua sama pak endin, tapi seringnya saya sih sendiri ngejar-ngejar ODGJ yang kotor di jalanan terus dimandikan setelah dimandikan saya lepas kembali sekiranya dia tidak membuat resah” tuturnya.
“Satu sisi kami bangga menjadi relawan Bhakti Asih karena di kota lain jarang ada relawan khusus melayani ODGJ” imbuhnya, di sisi lain beliau mengaku miris karena keberadaan mereka yang seolah dianggap membuat resah ataupun ulah.

Yeni menambahkan dalam akhir wawancara kami, bahwa untuk relawan Bhakti Asih sendiri belum mendapatkan perhatian khusus dari Pemkot Banjar, karena untuk biaya operasional pun kadang dari saku sendiri terkecuali dari pihak dinas kesehatan, dan itupun kemarin pada saat pemberangkatan 4 ODGJ, relawan Bhakti Asih yang mengeluarkan dana pribadi, tapi pada saat itu mereka tidak pantang menyerah tetap mengantar dan menjemput pasien.
“Jadi untuk saat sekarang ini yayasan kami sangat membutuhkan perhatian khusus dari pihak pemerintah kota Banjar baik dari segi fasilitas tempat untuk dijadikan rumah singgah maupun dari segi anggaran akomodasi untuk antar jemput pasien ODGJ” pungkasnya. (RD)




