METROPOSTNews.com | Indramayu — Hasil pantauan dan pengembangan media di lapangan atas laporan dari warga desa Bunder kecamatan Widasari kabupaten Indramayu, terkaitnya raibnya bansos ATM KKS berupa sembako dan uang selama kartu dipegang oknum ketua kelompok.
Menurut keterangan narasumber yang tak mau disebut namanya “iya pak selama kita mengadukan ke media terkait bansos desa bunder blok Ranca gede khususnya emak-emak pada ngadu ke saya, kebetulan di medsos ramai postingan terkait bansos, jadi saya berinisiatif ingin membantu tapi apa daya saya diserang dari sana sini baik dari ketua kelompok dan RT” ujarnya.
Dia bilang waktu mendatangi saya, “kamu jangan ikut campur masalah ini kamu sudah menutup jalan rejeki saya” serunya sambil menirukan kata-kata ketua kelompoknya,
“Pada saat itu pula saya dibayangi ketakutan dan sering menangis, gara-gara saya pengen bantu warga,” ujarnya.
Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Indramayu Karyanto/elang mengutuk keras ke oknum Rt dan ketua kelompok bansos, yang diduga telah mengutak atik program batuan dari pemerintah untuk warga yang tidak mampu dan mengintimidasi warga.
“Sangat disayangkan perilaku oknum yang begitu buruk tidak amanah, persoalan ini bukan terjadi di kalangan atas saja tetapi di kalangan bawah juga ikut-ikutan melakukan perbuatan tidak pantas di contoh, seharusnya merasa iba kepada warga yang tidak mampu jangan dimanfaatkan, ketika gencarnya pemerintah memberikan bantuan.sungguh miris melihat persoalan ini kalau di biarkan begitu saja.” ungkapnya.
“Saya berharap dari APH dan dinas yang terkait segera turun tindak tegas oknum nakal bila perlu penjarakan bila terbukti ada pelanggaran melawan hukum”. Jelas Elang bernada tegas. (MT jahol)




