METROPOSTNews.com | Cilegon — Tumpukan material pasir menggunung di eks Workshop Miconel di kelurahan Lebak Gede, kecamatan Pulomerak, kota Cilegon. Diduga lokasi tersebut dijadikan stock field.
“Setahu saya itu hanya berpindah kegiatan dari sebelah, dimana yang sebelah lokasi itu yang berkegiatan dahulunya kegiatan stock field milik seorang berinisial ‘P’, namun sudah hampir sepekan lah kegiatan itu”, ujar warga yang enggan ditulis namanya.
Metroposnews.com mencoba konfirmasi pihak KSOP terkait kegiatan tersebut, humas KSOP (Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan) Dony Renaldi, mengatakan bahwa berdasarkan keterangan dari tim tehnis melalui pesan whastaap, “Telah dilakukan pengecekan ke lapangan terkait hal tersebut bahwa PT. WKM bukan merupakan TUKS, dan juga tidak ada kegiatan bongkar/muat dari dan ke kapal. Terkait dengan penumpukan barang di WKM adalah sepenuhnya tanggung jawab perusahaan yang bersangkutan dan tidak ada kewenangan serta tidak memerlukan izin dari KSOP. Demikian Pak.” terangnya.
Sementara Humas Kementerian Perhubungan Laut R. I, Winsnu Handoko saat Metroposnews.com mengkonfirmasi terkait ada kegiatan itu mengatakan akan mengecek dahulu, “Akan kami cek dahulu ya, nanti di follow up oleh pak sriyadi,” jawabnya.
Diketahui bahwa kegiatan penumpukan atau stok file harus memiliki perizinan yang lengkap sebelum lokasi dijadikan stock field, baik perijinan Amdal atau perizinan lainnya,
Saat Metroposnews.com melakukan penelusuran di lahan eks Workshop Miconel yang berada di kelurahan Lebak Gede, kecamatan Pulomerak, kota Cilegon, informasinya pemiliknya sama yaitu inisial’S’. (Suryadi)



