METROPOSTNews.com | Indramayu — Kemiskinan ekstrim yang melanda Kabupaten Indramayu bukan hanya nyanyian dan syair belaka, ini nyata lihat saja Nemek Tanimah asal Desa Panyindangan Kulon Blok Gandok ini sangat memprihatinkan dimana atap rumah sudah keropos, bata penyangga juga terkelupas terkena cucuran air hujan belum lagi tempat B A B, Mandi dan cuci sudah tak layak lagi bahkan untuk menghindari robohnya bangunan nenek Tanimah terpaksa bikin tempat tidur di samping rumahnya, itupun tempat tidur seadanya.
Melihat kenyataan hidup Nenek Tanimah seperti ini, Kepala Biro Metropostnews Indramayu dan rekan media serta LSM mengambil sikap untuk segera membantu kesusahan yang dialaminya.
Seperti dikatakan oleh Kabiro MetroPost Kabupaten Indramayu, MT Jahol. “Saya pribadi merasakan bagaimana susahnya Nenek Tanimah menjalani kehidupannya, setiap hari hanya bisa menatap kosong langkah apa yang harus diperbuat untuk mengais rejeki makan setiap hari. Saya juga melihat apa adanya hanya makan enak kalau Bantuan Pangan Non Tunai dari Kemensos RI sudah dibagikan oleh Agen BNI 46 makan nasi putih lauknya dengan Ayam dan telor” ungkapnya.
Masih menurut Jahol, kami bersama rekan rekan media dan LSM sudah mengumpulkan dana dari teman media Kabiro MetroPost dan Kabiro jejak kasus beserta LSM untuk sedikit membantu kesusahan Nenek Tanimah, hasil pengumpulan uang itu kami serahkan langsung pada Nenek Tanimah.

Hal Senada juga Disampaikan oleh Aris dari jejak Kasus. “Bantuan kami memang tidak banyak tapi kami sangat peduli atas kesusahan Nenek Tanimah bahkan Agen penyalur BNI 46 turut juga membantu, sedikit kami kritisi mengenai Kemiskinan Ekstrim di Kabupaten Indramayu kalau saja Pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah kayaknya kemiskinan seperti Nenek Tanimah bisa diatasi bukan dibiarkan” katanya.
Sementara itu, Nenek Tanimah penerima Bantuan berupa beras 3 karung dengan logo Sehati telor dan satu kardus Indomie beserta uang tunai merasa bersyukur sambil mengatakan Terima kasih ya Bapak Bapak Wartawan yang sudah peduli baik makanya maupun perbaikan rumah, “baru kali ini ada Wartawan yang sangat peduli pada kemiskinan”.
Hal seperti ini juga disampaikan oleh anak Nenek Tanimah, Wandiyah. “Jelas sekali saya tegaskan kepada seluruh jajaran rekan Media khususnya Metropostnews, jejak kasus dan rekan LSM bukan hanya ucapan saja tapi bukti nyata bantuan itu sudah diterimakan langsung oleh ibu saya dan disaksikan oleh tetangga kanan kiri, sekali lagi saya ucapkan terima kasih pada Awak media Kabupaten Indramayu” ucapnya.
Rumah yang tak layak ditempati, rasa khawatir cemas belum lagi tentang makan setiap hari. Sudah puluhan tahun nenek Tanimah berharap ada orang yang bisa membantu uluran tangan untuk membangun rumahnya karena dalam kondisi masa musim penghujan rumah nenek Tanimah ini pernah mengalami roboh sampai 2 kali, pertama di ahir tahun 2020 dan yang kedua di tanggal 3 November 2021.
Mendengar informasi yang masuk ke kecamatan tanggal 30 November yang lalu rumah nenek Tanimah dikunjungi tim Muspika Sindang dan lewat camat Sindang, Rusyad. Nenek Tanimah diberikan bantuan sembako.
Mengenai bantuan Rutilahu untuk membantu pembangunan rumah nenek Tanimah tersebut ia menyebutkan akan berkoordinasi dengan para pihak terutama pihak pemerintah desa.
Namun nasib berbicara lain, pada Sabtu (4/12) ada material bahan bangunan datang ke rumah nenek Tanimah seperti, kayu dolken, usuk, reng, batu bata merah dan pasir.
Rasa syukur yang disampaikan oleh anaknya, Wandiyah bahwa dalam kondisi susah seperti ini masih ada dermawan yang peduli akan nasib rakyat kecil seperti ibunya, “kemaren datang kayu usuk 50 batang, kayu dolken 8 batang, kayu reng 2 iket sekitar 50 batang, batu bata merah 2000 buah dan pasir 1 dump truk” jelasnya.
Ditambahkan Wandiyah, bahwa tanggal 5 besok rumah ibunya akan dibangun oleh Paguyuban Panji Laras, “ Kemaren datang material bangunan yang katanya pemberian pa Edy ketua Panji Laras dan katanya untuk merenovasi rumah ibu saya”. terangnya penuh kagum.
Ditempat terpisah, tim Sorona mewawancarai seorang wartawan online, yang akrab dipanggil bang Jahol menerangkan bahwa dirinya dan teman-temannya yang tergabung dalam Forum Insan Pers Indramayu sedang menggali dana untuk meringankan beban nenek Tamirah.
“ Kami bersama teman-teman yang lain sudah mengumpulkan dana dari temen media dan LSM untuk membantu nenek Tanimah, dan uang itu kami kumpulkan ke Bunda Tuti yang kebetulan wartawan online juga” Sebut Jahol.
Diharapkan oleh Jahol bahwa dengan kejadian ini barangkali bisa menggugah untuk orang-orang kaya dimanapun berada untuk bisa saling peduli dengan sesama dan kedepan harapannya juga pihak Pemdes bisa lebih Peduli lagi dengan masyarakatnya yang lebih membutuhkan tanpa menunggu anggaran dana turun. (Otong)




