METROPOST1.COM, Majalengka — Proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di dua sekolah di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat dihentikan sementara.
Hal itu menyusul adanya informasi bahwa ada beberapa siswa di sekolah tersebut yang dinyatakan terkonfirmasi Covid 19.
Kedua sekolah itu yakni SD di Kecamatan Sumberjaya dan SMP di Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka.
Untuk SD, selain siswa, ada salah satu guru juga diketahui terkonfirmasi positif Covid-19.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Majalengka Lilis Yuliasih mengatakan, munculnya kasus di sekolah itu berawal dari adanya cluster keluarga.
Salah satu keluarga siswa di dua sekolah itu, diketahui terkonfirmasi positif setelah pulang dari luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia ( PMI) atau TKW.
“Itu awalnya dari cluster keluarga, kita dapat informasi ada TKW dari keluarga anak itu. Itu siswa SD dan SMP teh, kakak beradik,”dikatakan Kepala Kadisdik Kabupaten Majalengka Lilis Yuliasih, Pendopo pada hari Rabu 13 Oktober 2021.
Atas temuan itu, sambung dia, sebagai upaya pencegahan, dilakukan test terhadap para siswa.
Hasilnya, untuk di SD, terdapat 8 orang siswa yang diketahui terkonfirmasi positif Covid-19.
“Yang SD ada 8 anak dan guru 1 orang. Di SMP cuma anak itu doang, 1 orang,” ucapnya.
“Untuk PTM dihentikan. Karena berdasarkan SE dari Satgas dihentikan. Belajar kembali daring. Sekarang (yang terkonfirmasi) masih isolasi,” jelas dia.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Harizal Harahap mengatakan, kasus di lingkungan sekolah itu bermula dari dua orang kakak beradik yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Dua kakak beradik itu diketahui sebagai siswa di salah satu SD di Kecamatan Sumberjaya dan SMP di Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka.
“Terakhir itu, SD 8 anak sudah isolasi mandiri, yang SMP cuma satu anak. Jadi kasus awal, ada dua. Nah di SD kasusnya berkembang, SMP mah nggak,” jelas Harizal. (Ade)



