METROPOST1.COM, Banyuwangi — Sungai Eloh yang berada di Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, sejak tahun 2016 silam sungai tersebut di Sulap menjadi arsitektik penuh warna kini menjadi suguhan destinasi warga khususnya bagi penggemar memancing, begitu juga kebersihan sungai masih terjaga bersih.
Seorang mengaku warga Sobo, Rudi, dia mengatakan, untuk meluangkan hari liburnya dia memilih untuk memancing ikan di sungai guna menghibur diri.

“Saya setiap hari libur mas sering memancing di sepanjang sungai Kali Eloh ini,” kata Rudi.
Menurut Rudi, sungai Kali Eloh ini memang bersih terbebas dari sampah dan begitu juga dinding belakang warga yang berada di hamparan sungai elo di cat beraneka warna seperti pelangi.
“Sungai ini bagus mas, cocok untuk tempat liburan sambil memancing,” terangnya.
Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo mengatakan, kegiatan ini adalah bagian dari merevitalisasi Kali Lo, Pemkab Banyuwangi secara bertahap akan mengembalikan kondisi Sungai Kalilo.
Upaya pembenahan ini, lanjut Guntur, pihaknya menggandeng Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (IKA ITS).
“Kami ingin meng-create Kalilo yang juga ikon bagi Banyuwangi ini menjadi sebersih dulu. Dulu orang bisa menikmati kejernihan Kalilo sepanjang hulu hingga hilir. Sekarang kan sudah dicemari limbah industri kecil maupun rumah tangga. Ini yang akan kami kembalikan seperti dulu. Dipercantik dulu, agar mindset masyarakat bisa berubah,” kata Guntur.

Sekitar 90 alumni-alumni ITS, masyarakat sekitar, dan Pemkab Banyuwangi, mengecat tembok dan pelengsengan sungai, Sabtu-minggu pagi. Mereka bergotong royong membuat sungai lebih indah dan sedap untuk dipandang. Melalui program Banyuwangi Berwarna, mereka bekerja sama membuat sungai bersih dan berwarna-warni.
“Alumni ITS siap menyumbangkan tenaga-tenaga ahlinya yang telah mumpuni. Kerja sama ini akan menjadi energi positif bagi Banyuwangi,” ucap Guntur.
Tahap awal ini, lanjut Guntur, akan mulai dihilangkan cerobong-cerobong atau pipa pembuangan yang masuk ke sungai dan diganti dengan sungai resapan. Langkah ini akan di uji coba dalam kurun waktu satu tahun ke depan,” pungkasnya. (Ags)




