METROPOST1.COM, Majalengka — Belasan Desa dan Kelurahan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat mengikuti penilaian Mandiri Desa Tematik Kreatif.
Untuk menjadi desa dengan status mandiri tematik kreatif, mereka diberi kesempatan untuk mempresentasikan kondisi desanya di hadapan sejumlah panelis yang berasal dari Pemerintahan, Akademisi dan Komite Ekraf, di Saung Eurih, Kelurahan Cicurug, Kecamatan Majalengka, Senin 27 September.
Kabid Perekonomian dan SDM Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Dadang Sandy Bahrudin mengatakan, dalam presentasi itu, ada beberapa hal yang harus disampaikan perwakilan desa di hadapan panelis.
“Pertama tentunya aktivitas terkait ekonomi kreatif itu sendiri, misalnya event, kriya, fashion, kuliner, fotografi, desain dan lain-lain,” kata Dadang.
“Lalu sarana dan prasarana yang dapat mendukung aktifitas ekraf itu. Ada juga karya atau produk yang sudah dihasilkan. Hal-hal itu yang disampaikan di hadapan panelis,” ujarnya.
Selain aktivitas dan produk, jelas dia, yang tidak kalah pentingnya tentang keberadaan komunitas, menjadi lokomotif dari sisi SDM.
Selain berkarya, dijelaskan dia, sejauh mana kolaborasi antara komunitas dan pemerintah setempat.
“Seperti apa dukungan dari Pemdes untuk mendukung pertumbuhan ekosistem ekraf di tempatnya,” tuturnya.
“Terkait rencana pengembangan ekraf yang meliputi Rencana bersama masyarakat dan pemerintah desa untuk mengupayakan pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif pada periode 5 tahun ke depan,” tutur Dadang.
Dari 12 desa yang diberi keempatan untuk mempresentasikan kondisi desanya, salah satunya adalah Kelurahan Cicenang, kecamatan Cigasong Kabupaten Majalengka.
Di hadapan panelis, Lurah Sutisna menyampaikan bahwa di kelurahannya sudah ada aktivitas Ekraf berupa pemanfaatan limbah berupa minyak jalantah (jelantah).
Dari minyak jalantah itu, jelas dia, warga setempat mencoba berkreasi untuk menghadirkan produk yang memiliki nilai lebih.
“Dari jalantah kami bikin Lilin, yang kami sebut sebagai Lincah, kependkean dari Lilin Cantik Jalantah,” ucapnya.
“Ini ada keterlibatan masyarakat dengan pihak pemerintah setempat,” jelas dia.
Di luar Lincah, jelas dia, ada juga produk Sabun yang kami nama Sasajen atau Sabun Sehat Jalantah.
Masih memiliki beberapa rencana untuk terus menggali potensi-potensi kelurahan kami.
“Apalagi kelurahan kami lertaknya sangat dekat dengan ibu kota kabupaten. Yang pasti, kami berkolaborasi dengan segenap masyarakat dan juga komunitas,” tuturnya.
Sementara, Desa tematik kreatif memiliki arti sebagai desa yang memanfaatkan potensi atau keunggulan desa tersebut untuk dikelola secara bersama-sama oleh aktor ekonomi kreatif,sehingga dapat menciptakan inovasi yang bersumber dari potensi dam keunggulan desa tersebut.
“Goalnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
“Maksud dari Desa tematik kreatif adalah mengoptimalkan seluruh potensi lokal yang ada di Kabupaten Majalengka dalam memperoleh manfaat ekonomi, sosial dan budaya serta lingkungan,“ kata Kasubid Perencanaan Ekraf Bidang Perekonomian dan SDA Bappedalitbang Alvita Handayani. (Ade)




