METROPOST1.COM, Indramayu — Dalam memperingati Hari tani Aliansi Milenial Membela Rakyat Indramayu (AMMER-I) meminta kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan permasalahan yang terjadi di petani,
Aksi berawal titik kumpul di Unwir, lanjut ke DPRD dan berakhir di Pendopo.
Riyanto, selaku kordinator umum AMMER-I ketika ditemui di sela sela aksi mengatakan, “peserta aksi sekitar 100 orang meliputi IPNU, GMNI” jelasnya.

Sementara itu aksi kali ini menyuarakan 6 poin tuntutan ;
1. Untuk segera menyelesaikan dan menindaklanjuti kebutuhan pupuk bersubsidi dan non subsidi pada musim tanam.
2. Untuk segera menormalkan harga pupuk bersubsidi non subsidi bagi petani padi indramayu
3. Menormalisasi dan pemerataan jaringan irigasi bagi petani Indramayu
4. Untuk mengkaji dan mengevaluasi dan melihat realitas masyarakat bawah terkait dampak alih fungsi lahan, dari lahan pertanian yang akan berubah menjadi lahan untuk usaha dan/atau industri.
5. Pendataan lahan pertanian dan perkebunan di Indramayu harus tepat agar pupuk bersubsidi bisa tersebar merata untuk penerima manfaat pupuk bersubsidi tersebut.
6. Sosialisasikan kembali pembuatan kartu tani, supaya dalam penerimaan pupuk bersubsidi bisa merata bagi para petani padi.
Selanjutnya Riyanto mengatakan, tuntutan kami tadi diterima Kepala dinas pertanian dan Kepala dinas PUPR di Pendopo, dan kami selaku mahasiswa akan mengawal.

“Perjuangan ini belum selesai artinya kita selaku mahasiswa yang sadar akan nilai nilai kemanusiaan, yang melek akan penderitaan masyarakat khususnya para petani padi harus terus mengawal sampai kesejahteraan petani padi terpenuhi” ungkapnya.
“Bukan hanaya sekedar seremonial atau eksistensi di momentum hari hari besar, tapi benar benar bergerak dari hati nurani untuk rakyat” tegas riyanto penuh semangat. (Herry)




