METROPOST1.COM, Cirebon — Rencana pengerukan pengerjaan proyek alun-alun Taman Pataraksa, Sumber, Kab Cirebon dipastikan mentok. Seharusnya, pengerukan pada kedalaman 3,25 meter, tetapi karena kondisi tanah didominasi material batu, akhirnya diputuskan pada kedalaman 2,9 meter saja.
“Kami akui, pengerukan tidak sanggup menembus batu didasar tanah. Beko juga sudah tidak kuat lagi. Terpaksa kita tinggikan saja dari pondasi atas menjadi 50 centi meter,” kata Manajemen Kontruksi proyek, Toto, Rabu (22/9/2021).
Diakuinya, galian tidak seusai target karena seharusnya tanggal 15 kemarin sudah selesai seluruhnya. Akan tetapi, luas galian untuk basemant berikuran 50×30 meter itu, sampai saat ini masih terus dilakukan.
“Masalahnya, bukan saja persoalan batu yang mendominasi dasar galian, namun keluarnya mata air dibeberapa dasar galian, ikut menghambat proses pengerukan,” ungkap Toto.
Maka dari itu, pihaknya kemarin telah mendatangkan tim yang ahli membuat basement.
“Nanti sistem kerjanya step by step. Ketika sudah ada yang kering langsung kita pasang cor-coran. Kalau menunggu semua selesai, ya tidak akan memenuhi target. Belum lagi kita menghadapi musim penghujan,” ujarnya.
Ia pun mengeluhkan, belum cairnya anggaran khususnya untuk MK, sebesar Rp700 juta. Begitupun dengan pencairan untuk anggaran proyeknya sendiri, senilai Rp11 milyar.
Menurutnya, anggaran tersebut masih ada di Provinsi dan belum masuk ke kas daerah. Sedangkan SPK untuk MK sendiri, sebetulnya sudah keluar pada tanggal 21 mei. Namun proyeknya baru digelar awal bulan ini.
“Infonya kan proyek ini tidak jadi digelar karena provinsi tidak ada duit. Kita sih manut saja. Mk hanya mengawasi proses pekerjaan, apakah sesuai SPK atau tidak. Makanya anggaran MK itu sendiri, tidak digabung dengan anggaran proyek fisiknya,” jelas Toto.
Pengerjaan proyek alun-alun taman pataraksa sumber, ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Prediksi beberapa tokoh masyarakat kecamatan sumber terbukti, manakala saat proses penggalian baru dua meter saja, sudah keluar air. Belum lagi, sempat turun hujan besar, air cukup banyak dilokasi galian. Pihak rekanan mau tidak mau menyediakan mesin pompa untuk menguras genangan air.
Dari pantauan di lokasi proyek, tampak air masih terus menggenangi lokasi galian yang sudah selesai di bagian selatan. Beberapa mesin pompa yang dipasangpun, tidak mampu membuat air surut. (Cepi)



