METROPOST1. COM, Situbondo – Senin 23 Agustus 2021- Dini hari, sejumlah personel dari Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) 1, 2, 3 Marinir dan Kopaska Armada diterjunkan secara rahasia di wilayah Situbondo dan sekitar Surabaya. Dua pasukan elit TNI ini diterjunkan diam-diam secara rahasia menggunakan pesawat Cassa U-6205.
Pasukan Amfibi dan Kopaska Diterjunkan dengan Rahasia, Ada Apa Gerangan?
Tidak hanya itu, dalam terjun tempur pada dini hari secara rahasia itu, juga dilakukan Rubber Duck Operation (RDO) menggunakan pesawat Cassa U-6215. Lalu, Sejumlah prajurit Kopaska melakukan penyusupan dari kapal selam. Ada apa gerangan sampai dua pasukan elit TNI AL ini bergerak secara rahasia?
Rupanya itulah skenario dari Latihan Operasi Dukungan (Lat Opsduk) Pasukan Khusus Gabungan TNI AL Tahun 2021 yang dilaksanakan di Pantai Banongan Puslatpurmar 5 Situbondo, Jawa Timur pada hari Minggu (22-08-2021). Mengutip keterangan Dispen Kormar, para prajurit Kopaska yang menyusup dari kapal selam ini kemudian menuju kapal musuh untuk melaksanakan penghancuran.
“Setelah penghancuran musuh dilanjutkan pengunduran dengan teknik Suspention Tactical Airborne Operation (STABO) dengan tujuan untuk melaksanakan eksfiltrasi dari suatu tempat dengan cepat,” kata Dispen Kormar dalam keterangannya.
Latihan Operasi Dukungan Pasukan Khusus Gabungan (Latopsdukpassusgab) TNI AL Tahun 2021 yang digelar di wilayah Surabaya, Situbondo dan sekitarnya sempat ditinjau langsung Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono.
“Operasi pembebasan sandera yang dilakukan oleh pasukan khusus TNI AL yang melibatkan Yontaifib 1, 2, 3 Marinir dan Kopaska Armada tersebut merupakan puncak Latopsdukpassusgab TNI AL Tahun 2021,” kata Dispen Kormar.
Usai meninjau latihan, selanjutnya KSAL memberikan pengarahan kepada peserta Latihan Opsduk Passusgab TNI AL Tahun 2021. Orang nomor satu di TNI AL ini mengatakan, bahwa Junpur, RDO, Stabo, VBSS diibaratkan menu sarapan bagi pasukan elit TNI AL. Karena kegiatan ini selalu dilatihkan setiap saat kepada para prajurit pasukan khusus,”imbuhnya.
“Untuk menjadikan prajurit yang profesional unggul dan modern perlu adanya latihan yang serius dan berkelanjutan serta diimbangi dengan peningkatan sarana dan prasarana latihan,”pungkas Laksamana Yudo.
(Ags).
