METROPOSTNews.com | Majalengka — Akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Sebanyak 3 rumah warga di Desa Ampel, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka ambruk akibat abrasi Sungai Cimanuk.
Bahkan, 50 rumah warga lainnya juga terancam amblas ke Daerah Aliran Sungai (DAS) tersebut.
Dari 50 rumah warga yang terancam amblas itu, setengah di antaranya, sudah retak-retak dan bagian belakang (dapur) sudah mulai terkikis aliran sungai.
Ketua RT 20 Desa Ampel, Rudi mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat pekan lalu di saat itu hujan intensitas sangat tinggi mengguyur kawasan tersebut.
Tak berselang lama, Sungai Cimanuk yang melintasi Desa Ampel meluap ke area pemukiman warga mengakibatkan terjadinya abrasi sungai.
“Jadi kemarin tuh hujan besar, terus air meluap, nah air turun, tanah ikut turun,” kata Rudi saat ditemui di lokasi, Sabtu 25 Desember 2021.
Akibat peristiwa itu, jelas dia, 2 rumah warga yang berada di dalam lokasi wilayahnya ambruk juga.
Diketahui, keberadaan pemilik rumah pada saat itu posisinya sedang menumpang di tetangganya.
“2 rumah itu bangunan baru, tapi sudah ambruk akibat luapan sungai,” ucapnya.
Kepala Desa Ampel, HR Opendi menyampaikan, peristiwa abrasi sungai sudah terjadi sejak lama.
Namun, pada Jumat kemarin kembali terjadi yang mengakibatkan tiga rumah ambruk.
“Sebelumnya sudah ada 9 rumah ambruk ditambah Jumat kemarin 3 lagi. Memang di desa kami sudah menjadi langganan ketika hujan besar turun terjadi abrasi sungai,” jelas dia.
Opendi menjelaskan, banyaknya rumah warga yang terancam abrasi sungai terjadi di 4 RT, yakni RT 18 hingga 21.
Dari empat RT tersebut, RT 20 menjadi titik yang paling parah.
Ia pun berharap, ada tindak lanjut dari pemerintah daerah mengingat seringnya peristiwa abrasi sungai di Desa Ampel.
“Warga sudah bingung, mau pindah kemana. Mau bangun lagi takut kena abrasi lagi. Sedangkan, gak ada tanah lagi di sini,” jelasnya. (Ade)




