Metropost1.com – Latar belakang Ponch Satrio mulai kurang lebih diawali sejak kuliah aktif dan sebagai pengajar anak jalanan di bilangan Bekasi dan Jakarta. hal itu menjadikannya lebih peka terhadap apa yang terjadi dikehidupan dan perkembangan bangsa, terutama dengan pencapaian dan masa depan anak bangsa.
Ponch Satrio lahir dan besar di tengah hutan Sumatera Indonesia pada tanggal 12 Desember 1978. Dia mulai bermain gitar ketika berumur 9 tahun, dan serius bermain gitar pada umur 12 tahun setelah melihat Marty McFly di film Back To The Future. Sejak kecil ayahnya yang seorang drummer telah memperkenalkan Ponch ke Led Zeppelin, ELectric Light Orchestra, Deep Purple, lalu dia mulai mendengarkan Gary Moore, Peter Frampton, John Lee Hooker dan Jeff Beck. Rasa ketertarikannya pada Rush dan Judas Priest membawanya ke arah musik progresif dan metal. Di tahun 90’an dia membentuk band Imanissimo yang memenangkan Penghargaan Anugerah Musik Indonesia untuk Karya Produksi Progressive Terbaik ‘Final Moment’ pada tahun 2005 dibawah major label Sony.
Ponch sangat terinspirasi oleh ayahnya, yang pernah mendirikan sekolah untuk anak-anak dusun di Jambi yang tidak berkecukupan dan jauh dari pendidikan, mereka datang kesekolah tanpa beralas kaki dan seragam, hal inilah yang menjadi pemicu semangat mengedukasi diri hingga Ponch memutuskan untuk melanjutkan studi S2 nya ke University Central of Oklahoma Music School di AS serta memulai karir internasionalnya ditahun 2003, dia bermusik di Oklahoma, Texas dan LA.
Ponch bergabung dengan beberapa bigband, jazz blues dan latin jazz band, dan kemudian membentuk band Facts Machine, The Gypsy Van dan Karma Suit. Disamping itu Ponch juga seorang session player dan komposer di sebuah rumah produksi di Oklahoma yang bernama Image Action. Disitu ia berkesempatan mengerjakan jingle bahkan produksi MTV hingga film Holywood bersama producer Aubrey Delane. Dan Ia pernah disewa oleh Matt Hirt, seorang komposer dunia dari Austria yang karya musiknya banyak dipakai di film hollywood, Spiderman, Mr & Mrs Smith, dan banyak lagi lainnya.
Ditahun 2008 Ponch Satrio menjadi session player untuk single ‘Long Way From OK’ dari Jeff Woods, yang original part gitarnya dimainkan oleh seorang living legend Dann Huff. Lalu ditahun 2012 merupakan momentum terbesar dikarirnya, Ia bergabung bermain Live bersama Ron Thal aka Bumblefoot dari band Sons of Apollo, ex Guns N’ Roses, Art of Anarchy dan ASIA, yang sedang melakukan tour asia.
Ponch Satrio juga seorang guru gitar profesional yang melakukan workshop gitar secara aktif, serta menjadi endorser alat musik (Morley pedals, PRS guitar, Delta Amplification, LOCC guitar strap). Pada tahun 2009 Ponch kembali ke Indonesia setelah beberapa tahun tinggal di AS, lalu mengabdi di Institut Kesenian Jakarta dan membuka program S1 untuk Sarjana Elektrik Gitar. Tahun 2013 Ia menjadi Ketua Jurusan Fakultas Musik Institut Kesenian Jakarta, dan di tahun 2015 Ia mengundurkan diri untuk fokus dengan usaha kecil les gitarnya yang bernama Guitar Dojo yang Ponch rintis dari 2012 dan akhirnya berubah nama menjadi Music Dojo ditahun 2017. Kesibukan di dunia pendidikan membawanya menjadi panitia dan juri Festival Lomba Seni Siswa Nasional, dan ditahun 2019 ia resmi menjadi Konsultan Seni untuk Departemen Kementrian Pendidikan Republik Indonesia.
Setelah bandnya DeGils mengalami masa vakum yang berujung sang vokalis mengundurkan diri, akhirnya Ponch kembali fokus dengan kegiatan bermusik pribadi serta project internasionalnya. Ponch yang tergabung dalam band The Feckers yang berisikan musisi rocker veteran Dennis Leeflang (Lita Ford), Chris Szkup, Roy Bratbaken, Richard Anderson yang ber base camp di Australi. Di album The Feckers banyak sekali musisi yang terlibat seperti Tommy Denander (Toto), Tony Franklin (Blue Murder, Whitesnake, Yngwie J Malmsteen), Jonathan Noyce (Gary Moore), dll.
Selain itu Ponch juga merupakan member tetap untuk band metal Jerman Vision of Choice, yang di gawangi oleh veteran metal jerman Steve Brockmann. Band ini telah merelease album debut Mistress of The Gods dan mendapatkan banyak positif review dari kalangan metal dunia.
Pada project lainnya Ponch juga sempat recording, bermusik dan terlibat dengan musisi legendaris lainnya seperti Derek Sherinian (Alice Cooper, Ex Dream Theater, Sons of Apollo), Philip Bynoue (Steve Vai), Carles Salse, Abel Sequera (Mike Vescera band), Rick Graham, Mika Tysska (Mr Fast Fingers).
Setelah mempunyai dua album Gitar Solo Instrumental (Get The Vision & Guitarville) Di tahun 2018 akhirnya Ponch merelease single Forever. Lagu ini berbeda dari lagu-lagu rilisan sebelumnya, disini Ponch menulis, menyanyi dan memainkan semua alat musik selain Drums yang di isi oleh Kevin Dwi. Untuk produksi Ponch mempercayakan kepada partner lama seorang sound engineer Angga Irwan (Gigi, Keris Patih, dll) yang selain seorang gitaris yang mumpuni, Ia juga mempunyai skill produksi yang bertaraf internasional.
Ditahun 2019 akhirnya Produser musik asal Amerika Serikat, Mike Glendinning dengan record lablenya Zoerester Records mengkontrak Ponch Satrio untuk album Start Again. Album ini berisikan 10 track lagu fresh dari Ponch. Proses penggarapan lagu ini hanya memakan waktu dua minggu, dimana material tiap lagu hanya sekali take per tracknya, dan proses penulisan dan produksi satu lagu diselesaikan dalam satu hari. Konsep yang mengalir dan kreativitas spontan sangat intensif mewarnai album ini. Dalam dua minggu Ponch hanya diam di home studionya, makan minum diruangan studio dan menulis lagu ini dengan keadaan telanjang, disini proses utuh bermusik dengan kedalaman penjiwaan mengalir tanpa ada struktur yang ‘harus’ tetapi akhirnya menemukan bentuk secara alami dan sangat beragam.
Formasi Ponch Satrio sempat mengalami beberapa fase, yang akhirnya hingga sekarang Ponch Satrio Band (PSB) memiliki member tetap yang valuable memberikan sentuhan warna mereka yang unik. Ray mengisi posisi Gtar, Wildan pada Drums, kedua musisi ini adalah sahabat lama ketika di band DeGils. Lalu pada Bass diisi oleh Wisnu Wardhana, yang juga sahabat lama yang sempat bermusik di beberapa project dengan Ponch. Tak lupa PSB dimanage oleh Ader Rhodes, lagi-lagi sahabat lama Ponch yang perannya tak kalah penting dengan band member di PSB.
Masa Covid ini PSB akan tetap aktif untuk Live dan berharap untuk bisa memproduksi CD dan Video clip. Jadi ditunggu ya teman-teman! Peace.
CP : Ader Rhodes 08118616060





Informasi terkini dan teraktual