MetropostNews.com | Lebak – Sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Banten, mengantisipasi ancaman banjir serta serangan hama dan penyakit tanaman seiring tingginya intensitas curah hujan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Suka Bungah Kabupaten Lebak, Ruhiana, mengatakan sebagian areal persawahan di wilayahnya telah terdampak genangan banjir.
“Kami hari ini areal persawahan di wilayahnya tergenang banjir seluas lima hektare dari total tanaman seluas 150 hektare,” kata Ruhiana di Lebak, Minggu (4/1/2026).
Ia menjelaskan, tanaman padi di Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, rawan terdampak banjir dan serangan hama apabila curah hujan tinggi berlangsung dalam waktu lama. Saat ini, genangan banjir diperkirakan masih berpotensi meluas.
Menurut Ruhiana, kondisi lembap akibat hujan juga memicu berkembangnya berbagai organisme pengganggu tanaman, seperti tikus, wereng, walangsangit, dan hama penggerek batang.
“Karena itu petani di sini sudah siap menghadapi serangan penyakit tanaman dengan menyediakan pestisida,” ujarnya.
Selain menyiapkan pestisida, petani juga telah menyiagakan alat berat untuk melakukan normalisasi saluran air guna mengurangi risiko banjir di areal persawahan.
Ruhiana menambahkan, sebagian besar tanaman padi di wilayah tersebut telah memasuki usia tanam rata-rata 70 hari, sehingga relatif kuat jika tergenang banjir hingga enam hari serta lebih tahan terhadap serangan hama.
“Kami meyakini tanaman padi bisa dipanen Februari 2026, karena dipastikan curah hujan menurun,” katanya.
Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Tani Sentral Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Udin. Ia mengatakan para petani saat ini meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim hujan agar tanaman padi tetap dapat dipanen.
“Kami sekarang waspada menghadapi musim hujan agar tanaman padi bisa dipanen,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, mengatakan pihaknya telah menyiapkan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) untuk mengantisipasi serangan hama tanaman padi akibat curah hujan tinggi.
“Kami menyediakan pestisida untuk melakukan penyemprotan guna menyelamatkan padi dari serangan hama tanaman agar bisa dipanen,” kata Deni. (Ajat)

