
Metropostnews.com | Lebak – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus berupaya menekan angka kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem, melalui perbaikan basis data penerima bantuan sosial (Bansos).
Berdasarkan data terbaru, jumlah penduduk Kabupaten Lebak tercatat sebanyak 1,503 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 111 ribu jiwa masih berada pada garis kemiskinan atau berpenghasilan rendah, dan 17,94 persen di antaranya masuk kategori miskin ekstrem.
Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiqi Jayabaya menyampaikan, angka kemiskinan ekstrem setara dengan 5.698 kepala keluarga (KK). Hal ini sesuai dengan indikator Kementerian Dalam Negeri dan Bank Dunia yang menyebutkan bahwa seseorang masuk kategori miskin ekstrem apabila berpenghasilan kurang dari 1 dolar per hari.
“Insya Allah, dengan penghimpunan data dari Kementerian Sosial nanti, Bansos akan lebih tepat sasaran. Saya sudah perintahkan lurah, kepala desa, camat, hingga pejabat eselon dua dan tiga untuk memperbaiki data desil, agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” kata Bupati Hasbi, Senin (29/09/2025).
Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah menambahkan, faktor lokasi juga berpengaruh besar terhadap tingkat kemiskinan di daerah.
“Salah satu basis kemiskinan berada di sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak, wilayah sekitar PTPN, dan kawasan pariwisata Perum Perhutani. Ini menjadi tantangan bagi kita untuk merumuskan strategi penanganan yang lebih efektif,” katanya.
Pemkab Lebak menegaskan komitmennya untuk menurunkan angka kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem, melalui pemutakhiran data, optimalisasi program perlindungan sosial, serta penguatan sektor ekonomi masyarakat. (Apuh)
