
Metropostnews.com | Lebak – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menegaskan komitmennya untuk mendorong masuknya investasi yang tidak hanya berorientasi pada besaran nilai, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak, Yosef Muhammad Holis, menyampaikan hal tersebut sesuai arahan Bupati Lebak Moch. Hasbi Jayabaya dalam arah kebijakan investasi daerah.
Menurut Yosef, investasi yang masuk ke Lebak harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Tujuan investasi yang berkualitas adalah yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan turunan ekonomi, memberdayakan UMKM, meningkatkan PAD, menyerap tenaga kerja, dan berwawasan lingkungan,” kata Yosef di Lebak, Senin (29/9/2025).
Ia menambahkan, investasi yang baik akan menimbulkan efek berganda (multiplier effect) terhadap sektor-sektor lain sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Investasi di Lebak bukan hanya sekadar angka, tetapi tentang dampak nyata yang bisa dirasakan oleh masyarakat,” ucapnya.
Lebih lanjut, Yosef menegaskan pemerintah daerah akan terus memastikan setiap pembangunan berorientasi pada kesejahteraan yang merata dan berkelanjutan.
“Ini adalah komitmen Pemerintah Kabupaten Lebak untuk menghadirkan pembangunan yang inklusif, berdaya saing, dan ramah lingkungan. Mari bersama kita wujudkan Lebak yang maju,” katanya.
Sejalan dengan itu, Sekretaris Bapperida Lebak, Widy Ferdian, menilai investasi berkualitas dapat terwujud jika seluruh pihak mendukung iklim pembangunan yang kondusif.
Menurutnya, hal tersebut terbukti dari capaian realisasi investasi Kabupaten Lebak pada semester I tahun 2025 yang berhasil melampaui target.
“Realisasi investasi di semester I melebihi target. Dari Rp258 miliar menjadi Rp546 miliar, atau sekitar 212 persen dari target,” ujar Widy.
Dengan capaian tersebut, Pemkab Lebak berharap semakin banyak investor yang tertarik menanamkan modalnya, sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lebih cepat dan merata. (Ajat)
