Metropostnews.com | Lebak – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, mengalokasikan anggaran sebesar Rp47 miliar untuk perbaikan jalan pada tahun 2026. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan akses perekonomian masyarakat di daerah itu.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak, Hamdan Soleh, mengatakan seluruh perbaikan jalan akan dikerjakan menggunakan konstruksi betonisasi.
“Perbaikan jalan itu semuanya dikerjakan dengan konstruksi betonisasi,” kata Hamdan di Lebak, Selasa (06/01/2026).
Ia menjelaskan, saat ini kondisi ruas jalan kabupaten di Lebak sepanjang 749,43 kilometer atau sekitar 74,86 persen sudah dalam kategori sangat layak dilintasi berbagai jenis angkutan karena berlapis hotmix aspal dan beton.
Sementara itu, sekitar 25,14 persen ruas jalan lainnya masih dalam kondisi rusak. Untuk menuntaskan permasalahan tersebut, pemerintah daerah secara bertahap mengalokasikan anggaran perbaikan jalan sebesar Rp47 miliar.
Adapun ruas jalan yang menjadi sasaran perbaikan tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Bojongmanik, Cirinten, Leuwidamar, Muncang, serta wilayah Lebak Selatan yang meliputi Wanasalam, Malingping, Cihara, Cilograng, dan Cibeber.
“Kami berharap perbaikan jalan itu berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Hamdan.
Menurut dia, perbaikan infrastruktur jalan merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam pengendalian kemiskinan. Pasalnya, kondisi jalan yang rusak selama ini menyulitkan masyarakat dalam mengangkut hasil bumi ke luar daerah, sehingga biaya transportasi menjadi tinggi.
Dengan perbaikan jalan tersebut, Hamdan meyakini aktivitas ekonomi masyarakat akan semakin lancar, termasuk distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
“Kami meyakini masyarakat bisa melakukan kegiatan ekonomi selama 24 jam untuk mengangkut hasil bumi, seperti komoditas bambu, kayu, pisang, kelapa, sayuran, dan padi ke luar daerah,” katanya.
Sementara itu, warga menyambut positif rencana perbaikan jalan kabupaten tersebut. Mereka berharap infrastruktur yang lebih baik dapat menunjang mobilitas dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap perbaikan jalan itu dapat meningkatkan pendapatan ekonomi, karena biaya angkutan terjangkau untuk memasarkan hasil pertanian,” kata Somad (45), warga Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak. (Ajat)

