Metropost1.com – Berpakaian gamis, sorban dikepala selalu melekat dikepalanya, bebadan tegap itu perawakan nya dari ungkapan beberapa sahabat dekatnya. Dalam beberapa channel youtube terlihat berjalan kearah masjid jika sudah masuk waktu sholat, sepertinya itulah keseharian Irvan Sembiring saat ini di masa akhir hidupnya. Menurut sahabat nya Ust. Derry sang gitaris Betrayer, sejak 1997 Alm. Irfan Sembiring mulai mendalami islam, waktunya dia habiskan untuk mengabdi kepada Alloh Swt, berbeda sekali dengan keadaannya pada beberapa puluh tahun silam, dimana pada waktu itu dia masih menjadi pentolan grup Band Rotor, kesehariaannya yang urakan dan jauh dari masjid demikian kira-kira yang tertangkap dari kilas balik beliau.
Irvan Sembiring di masa pertaubatannya dengan wajahnya yang ganteng, makin bersinar, karena wajah itu selalu disirami oleh air wudhu setiap saat. Ini adalah kisah nyata, saat menyimak almarhum dalam kegiatan – kegiatannya melalui berbagai sosial media dan jejak digital lainnya.
Bagi yang belum tau mungkin bertanya-tanya siapa Irvan Sembiring itu. Irvan merupakan mantan frontman grup thrash metal, dia juga merupakan pionir Rotor, Grup Band yang mengusung aliran thrash metal. Rotor cukup terkenal pada era 90-an, karena Band ini termasuk Grup Band dengan aliran thrash metal yang pertama kali rekaman demikian seperti di tulis di beberapa artikel.
Irvan sendiri merupakan pendiri dan pentolannya, bersama Rotor dia pernah menjadi supporting act konser supergrup Metallica selama dua hari berturut-turut di stadion Lebak Bulus, Jakarta. Dengan menjadi Band pembuka pada konser Metallica tersebut, maka nama Band Rotor makin dikenal luas bagi pecinta musik metal.
Sudah empat album ditelorkan oleh Rotor, diantaranya : Album Rotor – Behind The 8th Ball (1992), Album Rotor – Eleven Keys (1995), Album Rotor – New Blood (1997), Album Rotor – Menang (1998). Namun, semenjak Irvan memilih jalan hidup menjadi pendakwah, atau biasa masyarakat menyebut sebagai Jamaah Tabligh, maka lambat laun dia mulai memendam profesinya sebagai pemain musik, walaupun belum sepenuhnya dunia musik dia tinggalkan. “Nikmat saya bermain gitar sekarang – sekarang ini ya mungkin hanya 10 menit, kalau dulu bisa berjam – jam, malah bisa seharian. Sekarang hanya sekedar saja karena kalau bermusik itu tidak akan hilang dalam diri saya.” Ungkapnya.
Dalam satu sesi wawancara Irvan mengatakan dia biasa melaksanakan sholat lima waktu di masjid Al-Ittihat Blok-A ( Perumahan di seberang Cinere Mall), atau di masjid Imam Bonjol (komplek AL). “Kalau dikatakan hijrah, saya ini belum hijrah karena proses sebelum hijrah itu adalah taubat, dan itupun ada 4 tahapan. Jadi gua ini lagi proses menuju hijrah”. Tambahnya.
Sepertinya itulah aktifas dia, hari-harinya dipenuhi dengan ibadah. “Kalau tidak sholat, dia akan berdakwah, atau menemani jamaah-jamaah dakwah yang datang ke cinere” ungkap salah satu netizen di akun sosmed ust. Derry.
Dan menurut Habib Abdillah Alhabsy posisi jasad almarhum Irvan Sembiring menunjukan jari telunjuknya itu bermakna “Laillahaillallah”. (Andrian)

