Metropostnews.com – Groovebox Story adalah band Electronic Musik, dan Musik mereka bercerita tentang kehidupan para personilnya yang dituangkan lewat Groove-box, synthesizer menjadi perangkat utama yang digunakan mereka dalam berkarya. Dilansir dari beberapa media, GROOVEBOX STORY berusaha mereplikasi sound vintage synthesizer dengan twist logika music modern. Seperti membawakan karya Fariz RM dengan twist produksi Porter Robinson atau The Weeknd.
“Besar di era 80-an, synthpop dan musik elektronik membentuk referensi dan membawa saya ke kondisi sekarang”, ujar Iman Hudaya atau yang kerap disapa Aroel, dikutip dari salah satu media.
Aroel adalah salah satu penggagas Groovebox Story yang dalam kesehariannya bekerja sebagai pembuat Jingle dan Music Scoring untuk iklan beberapa brand. Aroel merupakan salah satu personil dari band Planetbumi dan Stereomantic .
Berlanjut Aroel mengajak Deni Priyanto atau yang akrab disapa Ined untuk membentuk sebuah band cover yang membawakan lagu lagu hits 80an seperti Pet Shop Boys, New Order, Depeche Mode, A-ha, Duran Duran dan lain lain. Sebelumnya Ined tergabung dalam sebuah band yang bernama Gin & Tonic .
Sebuah perjumpaan yang tak terduga dengan Zidni Hakim , yang akhirnya menjadikannya vokalis Groovebox Story. Zidni aktif di dunia perfilman dan talent iklan sejak 2008. Zidni juga aktif sebagai aktor FTV dari 2011 hingga sekarang. Beberapa Film yang dibintanginya adalah Film Gundala, Perempuan Tanah Jahanam dan Catatan si Boy the series di Net TV. Zidni juga pernah menjadi vokalis Band Tiket.
Setelah ditinggal salah satu personilnya, GROOVEBOX STORY selama ini wara wiri tampil bertiga, kini ada Wizra Uchra untuk mengisi posisi drum. Wizra banyak terlibat dengan beberapa band seperti The Brandals,ZigiZaga dan Float.
Setelah sebelumnya ada single lagu “Someday Somewhere”, “Submarine” kini di tahun 2022 GROOVEBOX STORY mengeluarkan single terbaru yaitu ” In The Air”. Ini adalah kali pertama mereka menggunakan Synthesizer Vintage 80an, 2 Synthesizer yang mereka gunakan adalah Roland Juno 106 dan SH – 101 dan beberapa Modular Synthesizer. Dengan begitu karya mereka kali ini sangat terasa “Feel Disco 80an”, namin di padukan dengan kwalitas produksi musik yang kekinian. ***

