
METROPOSTNews.com | Majalengka – Badan Perencanaan Daerah (Bapenda) Majalengka, akan melaksanakan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Kepala Bapenda Majalengka Irpan Nur Alam mengatakan, ada 3 konsentrasi perbaikan yang akan terus dilakukan oleh Bapenda yang pertama Human resource, regulasi dan inovasi.
“Sekarang program inovasinya bisa dilihat oleh teman-teman, yaitu ‘Ngopi enak,” kata Kepala Bapenda saat ditemui di Samoja Coffee, Kamis 17 Maret 2022.
Disinggung terkait kendala PAD di Kabupaten Majalengka ia menjelaskan, tadi pihaknya sudah mendengarnya secara langsung dari pengusaha Coffee.
Bahwa, ternyata selama ini terkait sosialisasi maupun edukasi itu tidak pernah dilakukan sebelumnya.
Sehingga, banyak pengusaha itu yang tidak paham. Bagaimana melakukan proses atau cara pembayaran yang berhubungan dengan pajak restoran itu.
Untuk meningkatkan PAD ia mengatakan, “kita sudah melakukan dari beberapa sektor yang pertama. Kita sudah mengandeng Bank Jabar, media, kemudian program-program yang komplit pada hari ini,” ucap Irfan.
Dicontohkan dia seperti, Bapenda lakukan pada hari ini yaitu ‘Ngopi enak’, sekaligus memberikan edukasi kepada teman-teman pengusaha juga.
“Dan tentu kegiatan ini awal ya, karena sudah mengagendakan dan tidak hanya pengusaha Coffee tapi, seluruh pengusaha maupun komponen yang melakukan aktivitas usaha di Kabupaten Majalengka,” ujarnya.
“Dan mudah-mudahan itu bisa mendongkrak PAD di Kabupaten Majalengka,” tuturnya.
Ketika ditanyakan mengenai PBB ia menjelaskan bahwa kemarin pihaknya telah melakukan proses pemberian SPPT secara langsung.
“Dan kita juga sudah memberikan kebijakan Siltap, yang awalnya 3 bulan menjadi 2 bulan pada hari ini saja dan itu menjadi daya tawar,” jelasnya.
“Mudah-mudahan bagi teman-teman pemungut di desa bisa mengoptimalisasikan pajak dari sektor PBB,” sambung dia.
Sedangkan target PAD di Wilayah Kabupaten Majalengka untuk tahun ini Bapenda sendiri menargetkan sebesar Rp. 584 Miliar. ( Ade)


