
METROPOSTNews.com | Majalengka – Pengusaha Tahu H Aminudin (65) Warga Desa Kulur, Kecamatan Kulur Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, terpaksa kurangi ukuran tahu demi tekan biaya produksi agar tetap berjalan.
Pengusaha Tahu di Majalengka tersebut sudah berjalan selama 20 tahun, ia terpaksa melakukan hal itu. Pasalnya produksi harus tetap berjalan dengan harga jual tetap kepada konsumen.
“Harga dulu Rp 400/ tahu saya biasa jual normal dengan ukuran 5 cm, kalau sekarang terpaksa dikurangi sekitar 4 cm dengan harga jual sama ke konsumen,” kata H. Amud.
Ia mengatakan, dengan harga sama tersebut biasanya dalam sehari produksi tahu bisa capai 3 kwintal per-hari, kalau sekarang justru malah turun jadi 2 kwintal.
“Ya terpaksa saya kurangi ukuran tahu, untuk kurangi biaya produksi lain, agar bisa berjalan karena kemarin berhenti selama 3 hari,” kata H Amud.
Ia menjelaskan, biaya produksi dikurangi karena harga kedelai mengalami kenaikan biasa beli Rp 11.000/kg sekarang justru naik Rp 11.300/kg, makanya dengan stok lama kedelai ini baru bisa mulai produksi kembali.
“Alhamdulillah baru sekarang bisa produksi lagi, bisa dilihat meskipun berat, mau gimana lagi produksi harus tetap berjalan dan dipasarkan juga,” ucapnya.
Lalu ia mengatakan, untuk pemasaran, ada tiga wilayah yakni, Cigasong, Jatiwangi, dan Cirebon dengan dibantu karyawan 5 orang.
Ada 5 karyawan yang membantu produksi tahu, jelas dia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, baru tahun ini harga kedelai naik terus.
“Kalau tahun sebelumnya harga kacang kedelai setelah naik langsung turun cepat, kalau sekarang malah naik terus, ngak turun-turun,” jelasnya. (Ade)


