MetropostNews.com | TANGERANG – Ada suasana berbeda dalam pelepasan siswa SDN Sukamulya 1, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang pada tahun ajaran 2025/2026. Bukan sekadar seremoni perpisahan, sekolah menghadirkan konsep pelepasan yang penuh warna dan keceriaan dengan melibatkan mobil pemadam kebakaran (Damkar) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
Sorak gembira pecah di halaman sekolah saat mobil pemadam kebakaran memasuki halam sekolah, dan para siswa berkumpul merayakan akhir perjalanan mereka di bangku sekolah dasar. Dalam momen yang berlangsung penuh antusias, para siswa tampak saling bergandengan tangan membentuk lingkaran sambil berlari bersama di tengah guyuran air yang disemprotkan dari mobil Damkar.
Suasana hangat dan penuh tawa itu menjadi simbol kebersamaan sekaligus penutup perjalanan enam tahun mereka menempuh pendidikan bersama.
Kegiatan pelepasan tersebut menarik perhatian karena menghadirkan nuansa yang berbeda dari perpisahan sebelumnya. Tidak hanya menjadi ruang selebrasi, kegiatan juga menjadi momen mempererat kebersamaan antarsiswa sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Kepala SDN Sukamulya 1, Didi Suhandi, S.Pd., M.M. mengatakan pihak sekolah sengaja menghadirkan konsep pelepasan yang lebih berkesan agar anak-anak membawa kenangan positif dari masa sekolah dasar mereka.
“Kami ingin memberikan pengalaman yang menyenangkan dan membahagiakan bagi anak-anak di momen kelulusan ini. Kehadiran Damkar dan berbagai aktivitas kebersamaan bukan semata untuk kemeriahan, tetapi menjadi simbol semangat, kebersamaan, dan apresiasi atas perjuangan mereka selama enam tahun belajar di SDN Sukamulya 1,” ujar Didi.
Ia menegaskan, pelepasan siswa bukan hanya menjadi akhir dari proses pendidikan di sekolah dasar, tetapi juga awal perjalanan menuju cita-cita yang lebih tinggi.
“Kami berharap anak-anak tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa kenangan baik, nilai kebersamaan, serta semangat untuk terus belajar dan berkembang di jenjang berikutnya,” tambahnya.
Momen ketika para siswa berlarian sambil bergandengan tangan di bawah guyuran air pun menjadi penutup yang meninggalkan kesan mendalam bukan hanya tentang perpisahan, tetapi tentang kebersamaan yang akan selalu mereka ingat.
(Rediana)

