MetropostNews.com | INDRAMAYU – Kebijakan relokasi pedagang di Indramayu kembali menuai sorotan tajam dan kecaman. Fasilitas publik di kawasan Sport Center (dekat kolam renang) yang seharusnya terbuka untuk umum, secara misterius justru ditemukan tertutup rapat dan digembok tanpa ada pihak yang berani bertanggung jawab. Kondisi ini memicu kemarahan para pedagang mainan eks Alun-Alun Indramayu yang dipaksa pindah ke lokasi tersebut tanpa fasilitas penunjang yang memadai.
Kekesalan ini memuncak pada Senin Pahing, 25 Mei 2026, ketika para pedagang mulai merasakan dampak langsung dari buruknya fasilitas di tempat baru. Katim, salah satu pengusaha mainan yang terdampak, membeberkan realita miris yang harus dihadapinya sehari-hari demi menyambung hidup. Ia mengaku terpaksa buang air kecil di sembarang tempat karena akses sanitasi yang menjadi hak dasar manusia justru dikunci rapat oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Saya kencing cari tempat seadanya aja karena toilet ditutup. Tapi apa jadinya kalau semua pedagang akhirnya BAB di sembarang tempat?” ketus Katim dengan nada geram saat diwawancarai pada Senin (25/5/2026). Pernyataan menohok ini menjadi tamparan keras bagi pengelola fasilitas publik yang seolah menutup mata terhadap hajat hidup orang banyak di kawasan Sport Center tersebut.
Kondisi memprihatinkan ini langsung memantik reaksi keras dari Ketua Perkumpulan Pedagang Indramayu Bersatu (PPIB), Nurbaeti Ia sangat menyesalkan tindakan arogan oknum yang tega menutup fasilitas umum krusial seperti toilet di saat para pedagang kecil sedang berjuang mengais rezeki. Menurutnya, pemindahan pedagang tanpa kesiapan fasilitas sama saja dengan menjebak rakyat kecil ke dalam kesengsaraan baru.
Nurbaeti mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Indramayu, khususnya Dinas Pariwisata (Dispara), untuk segera turun tangan dan membuka paksa toilet yang digembok tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan mengenai alasan penutupan fasilitas publik tersebut, sementara para pedagang di Sport Center terus dihantui ancaman krisis sanitasi yang siap meledak kapan saja. (Tuti Ragil)
