Metropostnews.com | Lebak – Minat masyarakat Kabupaten Lebak, Banten, untuk menunaikan ibadah haji masih tergolong tinggi. Hal tersebut terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 10 hingga 13 orang per hari, meskipun masa tunggu keberangkatan diperkirakan hingga 30 tahun.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lebak, Halimatussa’diah, mengatakan tingginya animo masyarakat tidak surut meski waktu antrean tergolong panjang.
“Jika mendaftar haji tahun ini, estimasi keberangkatan baru bisa pada 2056. Namun, lamanya antrean tidak menyurutkan niat calon jamaah asal Lebak untuk tetap mendaftar,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), jumlah calon jamaah haji asal Kabupaten Lebak tercatat sebanyak 16.921 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.432 orang merupakan lanjut usia (lansia).
Ia menjelaskan, secara nasional masa tunggu keberangkatan haji mencapai sekitar 27 tahun, sementara di Kabupaten Lebak bisa mencapai hingga 30 tahun. Meski demikian, tingginya antrean tidak mengurangi semangat masyarakat untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
Menurutnya, ibadah haji merupakan kegiatan religi yang membutuhkan kesabaran dan keikhlasan. Oleh karena itu, masyarakat yang telah terdaftar diharapkan tetap bersabar dan meyakini bahwa kesempatan berangkat akan tiba sesuai giliran.
“Tetap sabar dan ikhlas, karena pada waktunya nanti akan mendapat kesempatan untuk berangkat haji,” katanya.
Terkait penyelenggaraan haji tahun 2026, Halimatussa’diah menyebutkan persiapan keberangkatan jamaah haji asal Kabupaten Lebak telah mencapai 90 persen. Sisanya, sekitar 10 persen, masih dalam tahap penyelesaian kelengkapan dokumen.
Jumlah calon jamaah haji Kabupaten Lebak yang dijadwalkan berangkat pada 2026 sebanyak 745 orang. Namun, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan satu orang dalam kondisi sakit.
Sementara itu, salah seorang calon jamaah, Neni Heryani (48), warga Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, mengaku tetap bersabar menunggu antrean keberangkatan yang panjang bersama suaminya.
“Kami pasrah mengikuti prosedur yang ditetapkan. Harapannya tetap sehat dan panjang umur agar bisa berangkat sesuai nomor urut di Siskohat,” ujarnya. (Ajat)

