Metropostnews.com | Lebak – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Banten, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi penyebaran sejumlah penyakit pada musim hujan guna mencegah terjadinya kejadian luar biasa (KLB).
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Firman Rahmatullah, mengatakan bahwa dalam beberapa pekan terakhir curah hujan di wilayah Lebak mengalami peningkatan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu munculnya berbagai penyakit menular.
“Jika curah hujan mengakibatkan genangan air di lingkungan, hal itu dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit, seperti demam berdarah dengue (DBD) dan penyakit kulit atau gatal-gatal,” ujar Firman di Lebak, Senin (19/01/2026).
Selain DBD, kata Firman.
masyarakat juga perlu mewaspadai gangguan pernapasan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), influenza, batuk pilek, serta asma. Penyakit tersebut dapat dipicu oleh kondisi cuaca dingin dan lembap akibat hujan.
Meski demikian, Firman menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan lonjakan signifikan kasus penyakit musiman dan belum terjadi KLB di Kabupaten Lebak.
Untuk itu, Dinkes Lebak mengajak masyarakat membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan. Upaya tersebut antara lain dengan menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga secara rutin, serta tidak buang air besar sembarangan.
“Masyarakat juga diimbau secara rutin melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk mencegah penyebaran penyakit, khususnya DBD,” katanya.
Firman berharap partisipasi aktif masyarakat dalam menerapkan PHBS dan PSN dapat menekan risiko penyebaran penyakit pada musim hujan. “Kami berharap masyarakat dapat mencegah penyakit musim hujan dengan konsisten melakukan PSN dan PHBS,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT 01/09 Kelurahan MC Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Iman, mengatakan pihaknya bersama warga secara rutin melakukan kegiatan kebersihan lingkungan sebagai langkah antisipasi penyebaran DBD di tengah tingginya curah hujan.
Menurutnya, curah hujan yang tinggi berpotensi meningkatkan populasi nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penular DBD. “Dengan menjaga kebersihan lingkungan melalui PSN dan menerapkan 3M, saya kira mata rantai penyebaran penyakit menular bisa diputus,” kata Iman. (Apuh)
