MetropostNews.com – Baru sehari setelah diresmikan, pabrik perakitan mobil listrik VinFast di Subang, Jawa Barat, langsung dihadapkan pada gelombang protes warga.
Ratusan massa mengepung kawasan pabrik di Desa Padaasih, menuntut agar perusahaan asal Vietnam itu memprioritaskan tenaga kerja lokal.
Aksi tersebut viral di media sosial dan mencerminkan kekhawatiran warga agar kehadiran investasi besar tidak membuat masyarakat sekitar hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri.
CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, menilai protes tersebut sebagai dinamika sosial yang wajar bagi perusahaan baru.
la menegaskan VinFast tetap memprioritaskan warga lokal, namun tetap mengacu pada standar manufaktur global. Dengan investasi awal US$200
juta yang akan meningkat hingga US$1 miliar, pabrik berkapasitas ratusan ribu unit per tahun ini diproyeksikan menyerap hingga 15 ribu tenaga kerja.
Tantangan VinFast kini adalah membuktikan bahwa investasi jumbo tersebut benar-benar berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Subang.
(Arrie tharina)

