Metropostnews.com | Lebak – Satu keluarga warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, yang sempat dilaporkan terjebak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, dipastikan dalam kondisi selamat. Keempat orang itu kini berada di posko pengungsian setempat setelah berhasil dievakuasi pada Rabu (26/11).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Sukanta, menyampaikan bahwa seluruh anggota keluarga tersebut terdiri dari satu anak, dua orang tua, dan satu sepupu.
“Warga yang terjebak banjir itu semuanya keluarga terdiri dari satu anak, dua orang tua dan satu sepupu, sehingga total jumlahnya empat orang,” ujar Sukanta di Lebak, Jumat (05/12/2025).
Pemerintah daerah berencana memulangkan warga Rangkasbitung yang kini masih berada di posko pengungsian di Aceh Tamiang. Namun proses kepulangan menunggu koordinasi dengan BPBD Aceh Tamiang mengingat akses jalan masih terputus akibat banjir bandang.
“Kami akan menjemputnya setelah kondisi jalan sudah berfungsi untuk dilintasi kendaraan,” kata Sukanta.
Keempat warga tersebut diketahui berangkat ke Aceh sekitar 23 November 2024 untuk bekerja. Namun setibanya di lokasi tujuan, banjir bandang terjadi pada Rabu (26/11), sehingga mereka harus mengungsi.
“Kami minta warga Lebak yang kini tinggal di posko pengungsian—setelah ada izin dari BPBD setempat dan dinyatakan aman—dipastikan akan dijemput,” ujarnya.
Sukanta menambahkan, BPBD Lebak saat ini meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam seiring meningkatnya curah hujan hingga akhir Desember 2025. Kabupaten Lebak diketahui merupakan wilayah rawan bencana, meliputi banjir, longsor, banjir bandang, pergerakan tanah, angin puting beliung, pohon tumbang, hingga gelombang tinggi.
Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.
BPBD Lebak juga menyiapkan peralatan evakuasi seperti kendaraan operasional, perahu, pelampung, gergaji mesin, tambang, dan tenda. Namun sejumlah kebutuhan peralatan dan logistik disebut masih kurang.
“Kami berharap persediaan logistik bisa terpenuhi, karena khawatir akhir tahun terjadi bencana alam,” kata Sukanta.
Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kesiapan penanganan bencana sekaligus memberikan perlindungan bagi masyarakat. (Ajat)
