i
Metropostnews.com, Cirebon – Warga media sosial sempat digegerkan dengan kabar adanya aksi pembegalan yang disebut-sebut terjadi di Kubang Gunung, Desa Pabedilan, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, pada Minggu malam (1/8/25).
Kabar tersebut menyebar cepat dan menimbulkan keresahan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah timur Cirebon.
Namun, setelah ditelusuri oleh aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Pabedilan, kejadian yang sempat disebut sebagai begal itu ternyata bukan tindak kejahatan jalanan seperti yang ramai diberitakan.
Kapolsek Pabedilan, AKP Mulyadi, memastikan bahwa insiden tersebut adalah aksi tawuran konten yang melibatkan sejumlah remaja.
“Jadi untuk kasus yang disebut-sebut sebagai pembegalan, kami luruskan, kejadiannya pada malam Minggu itu bukan pembegalan. Tapi ini alwe, uung konten tawuran,” jelas AKP Mulyadi.
Menurutnya, kejadian tersebut sebenarnya telah dibubarkan oleh pihak kepolisian bersama masyarakat setempat pada malam kejadian. Tiga unit sepeda motor yang ditinggalkan oleh pelaku kini telah diamankan dan berada di Polsek Pabedilan sebagai barang bukti.
“Dari pihak Polsek dan masyarakat, kami langsung membubarkan. Kebetulan kami juga mengamankan tiga baby itu, tiga unit sepeda motor sudah kami amankan,” tambahnya.
Aksi tawuran konten tersebut terjadi di sekitaran permukiman warga, tepatnya di wilayah dalam Perumahan Ningra, Desa Kubang Gunung, bukan di jalan raya sebagaimana kabar yang beredar di media sosial.
“Tempat kejadian bukan di jalan raya, tapi di dalam, sekitaran perumahan. Lokasinya memang agak tertutup,” ungkap Mulyadi.
Diperkirakan sekitar 20 orang remaja terlibat dalam insiden tersebut. Mereka diduga sengaja mengumpulkan diri untuk membuat konten tawuran yang kemudian akan disebar di media sosial. Namun belum diketahui pasti siapa yang mengkoordinasi atau motif lengkap di balik aksi tersebut.
Meski berhasil dibubarkan sebelum terjadi bentrokan massal yang lebih besar, insiden ini ternyata sempat menimbulkan korban. Seorang remaja asal Kalibuntu mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.
“Untuk korban ada satu orang yang luka bacok, berasal dari Kalibuntu kalau tidak salah. Masih pelajar, dan baru hari ini melaporkan secara resmi ke Polsek. Jadi kami juga belum tahu persis identitas lengkapnya,” ungkap AKP Mulyadi.
Pihak kepolisian belum bisa mendalami lebih jauh mengenai korban, karena laporan baru masuk pada hari ini, beberapa hari setelah kejadian. Sebelumnya, pihak kepolisian hanya fokus membubarkan aksi dan mengamankan barang bukti.
Guna mencegah kejadian serupa, Polsek Pabedilan aktif melakukan sosialisasi dan edukasi ke berbagai sekolah melalui program “Go to School”. Dalam program tersebut, polisi memberikan imbauan langsung kepada para siswa mulai dari jenjang SD hingga SMA agar tidak terlibat dalam aksi berbahaya seperti tawuran konten.
“Setiap kegiatan Go to School, kami selalu memberikan imbauan ke seluruh sekolah, baik SD, SMP maupun SMA, supaya jangan sampai terjadi lagi konten tawuran seperti ini,” kata Kapolsek. (Cepi)
