METROPOST1.COM — Kita mengenang pada 1992, dimana Nirvana menjadi fenomena musik global. Album Nevermind dan single “Smells Like Teen Spirit” yang berkisah mengenai kemuakan terhadap hidup, laris manis bak kacang goreng di pasaran. Musik GRUNGE yang keras dan depresif seketika dipandang jadi representasi kancah musik saat itu dan dirayakan anak-anak muda di seluruh dunia.
Dominasi grunge, secara tak sengaja, mendorong lahirnya narasi tandingan dari ragam musik yang lain. Kita beralih ke Inggris, kancah MADCHESTER yang dimotori Stone Roses dan Happy Mondays menyeruak ke permukaan untuk memberikan perlawanan. Sempat menyala terang dalam beberapa waktu, Madchester kemudian tenggelam. Begitu pula yang terjadi dengan shoegaze. Lahir sebagai wujud kejengahan anak-anak muda atas rezim pemerintahan Inggris yang konservatif, shoegaze nyatanya hanya bisa bertahan sebentar saja. Hingga akhirnya BRITPOP datang dan dengan begitu cepatnya mencuri dan melengserkan panggung perhatian. Tahta “GRUNGE” atau SEATTLE SOUND lantas kolaps dan kemudian digantikan oleh kehadiran band macam Blur, Suede, Oasis, sampai Elastica, yang secara musikalitas banyak terpengaruh David Bowie, The Jam, The Specials, maupun The Smiths.
Bunuh diri Kurt Cobain, pada April 1994, hanya semakin memperburuk masa depan grunge, sementara di saat bersamaan Britpop tambah berjaya dengan kemunculan band-band baru yang membawa semangat kejayaan musik alternatif Inggris 1980-an. Battle of Britpop Yang bikin Britpop menjadi menarik ialah tak semata karena mampu melahirkan gelombang kreativitas dalam skala yang masif, melainkan juga karena Britpop punya andil untuk mendorong lahirnya rivalitas dua motor penggeraknya: Blur dan Oasis.
Musisi Grunge banyak dianggap merusak generasi penuh skill pada era 80-an. Pada musik Grunge solo-solo gitar bahkan hampir tidak ada. Dan hal ini kurang disukai oleh para musisi Rock/Metal dari era shredder 80-an. Bahkan Kurt Cobain dianggap sebagai orang yang merusak solo gitar di akhir tahun 80-an. Hal ini diperparah dengan hijrahnya minat anak muda pada masa itu yang lebih menyukai Grunge yang simple dan dinamis dibanding musik Metal yang berat dan penuh dengan skill dari para pemainnya.
Selain itu semangat Grunge yang terkesan muda lebih dilirik dan perusahaan rekaman juga lebih memilih Grunge yang jauh lebih menguntungkan secara komersil. Sehingga hal ini menimbulkan hijrah para headbangers Metal ke Grunge. Dan pada masa yang bersamaan sub-genre Britpop sedang berkembang di Inggris Raya, para musisi Britpop kurang menyukai perkembangan Grunge di Inggris yang dianggap merusak budaya musik Inggris.
Damon Albarn, personil band Blur menganggap bahwa band mereka adalah band anti-Grunge. Noel Gallagher, gitaris band OASIS secara terang-terangan membenci Grunge dan menyatakan hal tersebut pada lagu OASIS yang berjudul “Live Forever” yang ditulis pada era kejayaan Grunge yang dimaksudkan untuk melawan lagu Nirvana yang berjudul “I Hate Myself and I Want To Die”.
Kemunduran musik Grunge terjadi pada paruh kedua tahun 1990-an di mana muncul genre post-Grunge yang jelas – jelas tidak berakar dari musik Grunge namun secara komersial lebih “menjual” sehingga membuat para musisi Grunge sendiri tersingkir. Ditambah bangkitnya Britpop di Inggris menimbulkan para penggemar Grunge di Inggris beralih ke musik Britpop.
Hal ini diperparah dengan keadaan para musisi Grunge yang mengalami depresi akibat kesuksesan. Banyak musisi Grunge yang tidak menyukai kesuksesan yang mereka telah raih. Mereka merasa disiksa akibat kesuksesan itu sendiri, dan hal tersebut membuat mereka frustasi dan menggunakan obat terlarang. Kurt Cobain bahkan mengalami overdosis akibat kecanduan heroin, dan hal tersebut membuat kekacauan pada jiwanya. Puncaknya terjadi pada tanggal 8 April 1994, Kurt Cobain ditemukan tewas di Seattle akibat bunuh diri dengan menembakkan pistol ke kepalanya sendiri, dan hal tersebut praktis membuat Nirvana bubar. Pearl Jam sendiri mulai terasing akibat boikot yang mereka lakukan terhadap konser-konser karena praktik bisnis yang tidak adil. Alice in Chains melakukan konser terakhir mereka tahun 1996, dan pada tahun 2002 vokalis mereka Layne Stanley meninggal akibat overdosis heroin. Pada tahun yang sama Soundgarden merilis album mereka dan setahun kemudian Soundgarden dinyatakan bubar.
Akhir yang cukup tragis dari sebuah kejayaan yang pernah ada. Era Grunge mungkin sudah lewat selama satu dekade atau lebih. Namun walaupun era Grunge sudah lewat beberapa band Grunge masa lalu tetap melakukan kegiatan untuk tetap eksis yang menunjukkan keberadaan mereka. Tapi Nirvana tetap memperoleh keuntungan walaupun berstatus band yang sudah wafat berkat kompilasi lagu terbaik mereka yang rilis tahun 2002, Itulah sedikit mengulas peralihan era kejayaan Grunge ke Britpop. (Andrian)
(Dari berbagai sumber)




