MetropostNews.com/Indramayu – Ketua Kelompok tani tebu kemitraan desa Mulyasari sodikin, mengatakan, budidaya tebu di kawasan HGU PG Jatitujuh, dalam rangka menunjang program pemerintah dalam ketahanan pangan.
“Pengembangan tebu di lahan HGU PG Jatitujuh banyak tantangannya, perlu sinergi dengan berbagai pihak agar program ini berhasil, pemanfaatan lahan HGU PG Jatitujuh, untuk tebu telah dipayungi secara legal oleh pemerintah oleh karena itu kita harus menjalankannya,” ujar Sodikin, Minggu 24/5/2025.
Petani Tebu Kemitraan Indramayu, dan PT Rajawali II PG Jatitujuh, bersinergi mendukung program pemerintah dalam rangka ketahanan pangan khususnya gula dengan melakukan pemenuhan kebutuhan akan lahan dan meningkatkan produktivitas terutama tanaman tebu serta pemberdayaan masyarakat sekitar, “Ucapnya.
Sinergi ini diwujudkan dalam penandatanganan Head of Agreement (HoA) Kerjasama Pemanfaatan Kawasan Hutan Untuk Kegiatan Budidaya Terutama Tanaman Tebu Guna Mendukung Ketahanan Pangan oleh Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro dan Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Frans Marganda Tambunan di Jakarta, Jumat (30/12).
Sementara itu Direktur Utama Holding pangan ID FOOD Frans Marganda Tambunan menyampaikan bahwa sebagai upaya mendukung pemerintah dalam berswasembada gula melalui perbaikan hulu pangan, Holding Pangan ID FOOD mengoptimalkan pemberdayaan lahan untuk berbudidaya tebu sinergi Perum Perhutani.
“Untuk mengoptimalkan produksi tebu, bersama Perhutani kami bersinergi memberdayakan lahan kawasan hutan di area Jawa Barat dan Jawa Timur untuk dimanfaatkan sebagai kegiatan budidaya tebu, melakukan pendampingan dan jaminan offtake hasil budidaya tebu,” ujar Frans.
Dukungan lainnya dalam hal swasembada gula, lanjut Frans, ID FOOD merupakan perusahaan BUMN satu-satunya di Indonesia yang mengimplementasikan Sistem Resi Gudang (SRG) gula pertama di Indonesia untuk membantu peningkatan kesejahteraan petani tebu dengan realisasi sebanyak 96 resi senilai 40.202 ton atau setara Rp320 Miliar.
Menurut Frans, kolaborasi budidaya tebu ini pun dapat menjadi peluang untuk peningkatan kesejahteraan petani tebu kedepannya. Sinergitas yang akan berlaku selama dua tahun ke depan ini mencakup pemanfaatan kawasan hutan, pemberdayaan masyarakat sekitar hutan melalui kegiatan budidaya tanaman tebu, peningkatan produksi dan produktivitas kegiatan budidaya tanaman tebu.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupatin Indramayu, Forkopincam Kecamatan Bangodua, Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan Kabupaten Indramayu, Kuwu Mulyasari beserta seluruh staff dan jajarannya,
Ketua BUMDes, beserta anggotanya, Babinsa, Bhabinkamtibmas,Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Gapoktan, beserta Poktan, Binwil desa Mulyasari, General Manager PG Jatitujuh, Beserta staf dan jajaranya, Team Keamanan PG Jatitujuh,
( T Ragil )

