Metropostnews.com-Lampung Utara – Mirisnya, harga pembeli singkong masyarakat hanya dinilai sebesar Rp. 1.000,– per kilogram, sungguh merupakan angka yang sangat tidak layak untuk mensejahterakan khususnya masyaratak atau kaum petani singkong.
Kondisi demikian mendapatkan respon dari Anggota DPRD Lampung Utara dari Fraksi Gerindra, Yusrizal,St. yang bersangkutan lalu mendesak kepada Pemerintah guna mensikapi kesetabilan harga ditingkat para petani, jangan sampai para petani selalu dijadikan objek atau korban oleh oknum tengkulak.

“kepada khusnya Dinas terkait harus intervensi atas harga komoditas singkong yang anjlok belakangan ini. Dinas terkait harus memanggil pihak-pihak para cukung pabrik singkong ” tegas,” tegas Yusrijal, Kamis, (12/12/2024).
Permasalahan diatas bermula dari aksi para puluhan petani singkong yang ada di Tiyuh Penumangan Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tulangbawang Barat yang melakukan aksi damainya di kantor PT. Bumi Waras, dalam aksinya minta agar supaya Perusahaan dapat menaikan harga beli singkong para petani .
Selain itu para petani juga minta agar Perusahaan menurunkan ketentuan potongan kadar air singkong dan memperbaiki timbangan dengan memasang kembali timbangan digital, sehingga celah praktek untuk merugikan para petani dapat diminimalisir.

Yusrizal berharap agar para petani di kabupaten Lampung Utara yang memiliki beragam komoditas, agar menjadi perhatian dari Pemerintah kabupaten Lampung Utara.
“Karena hal ini sejalan dengan Program Nasional yang selalu di gaungkan oleh Presiden kita Probowo Subianto, dimana selalu menekankan perhatian terhadap kesejahteraan para petani dan buruh serta para pedagang kecil lainnya.
“Sudah saatnya para Petani terlepas dari kongkongan atau dari oknum tengkulak serta penguasaan oknum pelaku monopoli hasil pertanian,” pungkasnya.
Red/Mulkan
