Metropostnews.com-Cirebon – Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon menggelar Sidang Terbuka Senat Wisuda Sarjana, Profesi & Magister Periode Oktober 2024 Cirebon di Auditorium Kampus UGJ, Jl. Pemuda, Kota Cirebon, Sabtu (19/10/24).
Sebanyak 975 lulusan Sarjana, Profesi dan Magister dari Sekolah Pascasarjana dan fakultas mengikuti prosesi wisuda ke 73 tahun akademik 3924-2025 tersebut.
Pada kesempatan tersebut, diberikan penghargaan lulusan terbaik, lulusan IPK tertinggi, tercepat, termuda dan tertua.
Untuk diketahui, lulusan IPK tertinggi 3,96 diraih Dhike Noordestiasari Hanurajasa dari sekolah Pascasarjana/manajemen, sedang lulusan termuda Filla Lailatul Maghfiroh dari pendidikan dan Sains/Pendidikan Guru SD pada usia 20 tahun 10 bulan 2 hari.
Sementara untuk lulusan tertua yaitu Kadini, dari Sekolah Pascasarjana Publik/Administrasi Publik publik dengan usia 58 tahun 3 bulan 30 hari.
Acara wisuda dihadiri, Ketua Pembina Yayasan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) Cirebon, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., Ketua YPSGJ Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si., Rektor UGJ, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, SP., M.M., PJ Sekda Kota Cirebon Dr H Iing Daiman SIP MSi, para wakil Rektor, Kepala BPMPI, BPA, Lemlit, LPM, LIP, para Dekan dan tamu undangan lainnya.
Pada kesempatan tersebut Rektor UGJ, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, SP., M.M., mengucapkan selamat dan sukses kepada para wisudawan Sarjana, Pascasarjana dan Magister pada wisuda periode tahun akademik 2024-2025.
“Kami sangat berharap para lulusan menjadi generasi penerus bangsa yang menjadi tokoh nasional dan menjunjung tinggi nilai peradaban guna meningkatkan SDM untuk bangsa dan negara ini,” kata Rektor.
Agenda kegiatan tersebut, menurutnya, merupakan pelaksanaan wisuda yang ke-73 sehingga hingga kini UGJ telah meluluskan 44.248 wisudawan.
“UGJ terus berupaya untuk meningkatkan kualitas lulusan. Maka dari itu, kampus ini menargetkan 4 tahun kedepan dosennya telah bergelar doktor semua,” tandasnya
Selain ditunjang fasilitas lengkap dan sarpras memadai. Kini, mahasiswanya tidak lagi diwajibkan untuk membuat tugas skripsi dan tesis. Melainkan dengan publikasi artikel ilmiah.
Guna mendapatkan kompetensi tambahan bagi kualitas lulusannya, UGJ telah bermitra dengan dunia industri serta instansi pemerintahan.
“Kami juga membekali mahasiswa dengan menjadi enterpreneur dengan hadirnya mata kuliah kewirausahaan, hal ini dalam rangka mengembangkan kewirausahaan di wilayah Ciayumajakuning,” ucapnya.
Perhatian diberikan kepada para mahasiswanya dengan memfasilitasi mahasiswa untuk mendapat studi lanjut pada jenjang magister dan doktor yang sudah ada di UGJ.
Ia menambahkan, Gelar yang diperoleh dari UGJ bagi para wisudawan, sambungnya, mencerminkan keberhasilan dalam memperoleh pengetahuan dan ketrampilan yang didapatkan di kampus UGJ.
“Dengan gelar baru dari UGJ ini para wisudawan kini mengemban tugas dan tanggung jawab setingkat lebih tinggi daripada sebelumnya dalam memberikan sumbangsih kepada masyarakat bangsa dan negara Indonesia,” tandas Rektor.
Gelar tersebut, ucapnya, merupakan merupakan pencapaian prestasi pribadi yang membanggakan
“Hal ini menunjukan bahwa komitmen terhadap pendidikan dan kemampuan untuk menyesuaikan tantangan dari bidang akademis,” ujarnya.
Dijelaskannya, UGJ terus berupaya meningkatkan kualitas perguruan tinggi, hal ini dilakukan agar memiliki lulusan yang memiliki kualitas dan kompetensi yang terukur.
“Mari kita jadikan UGJ ini sebagai tempat dimana setiap lulusan tidak hanya siap mengahadapi tantangan tetapi juga siap menjadi pemimpin bangsa dimasa yang akan datang,” ungkapnya.
Selain itu, Rektor berharap dengan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan, UGJ dapat melahirkan lulusan yang bermutu dan menciptakan generasi unggul yang siap berkontribusi untuk bangsa dan negara.
(Cepy)

