Metropostnews.com/Lebak – Tangkapan ikan oleh nelayan pesisir selatan Kabupaten Lebak, sejak empat bulan terakhir meningkat hingga mencapai 600 ton dari sebelumnya 250 ton. Tentu saja, hasil tersebut dapat mewujudkan kesejahteraan keluarga nelayan
“Meningkatnya tangkapan ikan laut itu dipastikan dapat mewujudkan kesejahteraan keluarga nelayan,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap pada Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Rizal Ardiansyah di Rangkasbitung, Minggu (21/01/2024).
Selama ini, lanjutnya, aktivitas nelayan pesisir selatan Kabupaten Lebak yang tersebar di 11 tempat pelelangan ikan (TPI) masih melaut. Bahkan, saat ini tangkapan ikan tongkol lisong, kue dan layur tengah memasuki musim panen.
Selain itu, juga tangkapan ikan pelagis yang menjadi andalan ekonomi nelayan, di antaranya ikan tuna, cakalang, layur, tenggiri, marlin, wahoo, sarden, barakuda, tongkol, layang, teri dan kembung.
Diperkirakan perputaran uang dari transaksi pelelangan ikan di 11 TPI dipastikan sekitar Rp30 miliar dengan produksi tangkapan sebanyak 600 ton itu.
“Kami optimistis peningkatan tangkapan ikan dari 250 ton menjadi 600 ton itu dapat mewujudkan kesejahteraan keluarga nelayan,” kata Rizal pula.
Darman Sukmadi, seorang nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Panto, Kabupaten Lebak, mengatakan, saat ini tangkapan ikan cenderung meningkat dari sebelumnya sekitar 350 kilogram kini menjadi satu ton per hari.
Meningkatnya tangkapan ikan itu, selain memasuki panen ikan tongkol lisong, layur dan kue, juga cuaca di laut selatan Kabupaten Lebak relatif normal dan populasi berbagai jenis ikan besar dan kecil melimpah.
Para nelayan di laut selatan pada dini hari juga sore hari melaut, karena tangkapan ikan meningkat itu.
“Kami dua hari melaut bisa pulang ke rumah membawa uang Rp1,5 juta dari sebelumnya Rp500 ribu,” kata Darman.
(Ajat)
