Metropost.com|Tegal – Walikota Kota Cirebon, H Nashrudin Azis berharap awak media yang bertugas di Kota Cirebon dapat memberikan sumbangsih pemikirannya dalam hal penanganan bencana. Hal tersebut disampaikan saat menjadi pemateri dalam kegiatan Character Building Jurnalis Sigap Bencana di kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jum’at (25/5/23).
“Jurnalis diharapkan bisa menciptakan kesiapsiagaan. Maka dari itu, Kami dari Pemerintah Daerah berharap peran serta dan pikirannya dalam penngaan bencana di Koya Cirebon,” kata Azis .
Harapannya, mental para peserta dapat terbentuk dengan kuat dan terbiasa, sehingga lebih rilek saat menghadapi bencana,” katanya.
Sementara itu, sedikitnya 58 Jurnalis dari berbagai media yang bertugas di Kota Cirebon mengikuti kegiatan Character building yang diinisiasi DKIS Kota citebon bersama BPBD Kota Cirebon.
Kegiatan tersebut digelar di kawasan obyek Wisata Guci Kabupaten Tegal dari tanggal 24 hingga 26 Mei 2023.
Untuk diketahui, Pada kegiatan hari pertama, para peserta Charakter Building yang dibuka Walikota Cirebon tersebut diisi dengan pembukaan kemudian dilanjutkan dengan melakukan perjalanan menyusuri hutan atau disebut malam keakraban atau Jurit malam. Peserta dibagi 4 kelompok, menempuh perjalanan medan terjal, menanjak dan menurun.
Walikota menyampaikan kegiatan jurit malam dilaksanakan pihaknya dalam rangka melatih mental, melatih kesabaran dan melatih kekompakan setiap regu/kelompok.
Sementara untuk giat pada hari ke 2 diawali senam bersama, lomba masak, Dan dilanjutkan pemberian materi Kebencanaan, Bantuan Hidup Dasar, Resusitasi Jantung Paru-paru RJP, pertolongan pertama pada orang yang dipatuk ular dan cara penyelamatan orang tenggelam.
“Jurnalis diharapkan bisa menciptakan kesiapsiagaan. Harapannya, mental para peserta dapat terbentuk dengan kuat dan terbiasa, sehingga lebih rilek saat menghadapi bencana,” tandasnya.
Sementara itu, Alif Santosa, Ketua PWI Kota Cirebon menyampaikan dengan mengikuti kegiatan tersebut, Jurnalis dapat mengetahui bagaimana teknis peliputan ketika ada bencana.
“Karena tujuannya untuk melindungi wartawan jangan sampai ketika meliput justru jadi korban itu sendiri,” ungkapnya.
Terlebih, lanjutnya, dalam materinya, pihak BPBD membahas materi soal penanganan kesiapsiagaan bencana sekaligus praktek penanganan kebencanaan.
“Pengetahuan yang diperoleh wartawan bisa menjadi bekal dalam peliputan bencana juga memiliki karakter yang kuat dan tangguh dalam menghadapi bencana dan tidak mudah mengeluh saat peliputan bencana,” harapnya.
