METROPOSTNews.com | Dunia teater dalam perkembangan saat ini mulai di gandrungi banyak kalangan, baik di komunitas masyarakat maupun di dunia pendidikan, SD, SMP, SMA/SMK, Bahkan sampai tingkatan Mahasiswa, Kecintaan terhadap dunia peran dalam hal ini adalah teater, atau monolog terlihat dengan berbagai macam event yang bekaitan dengan dunia peran tersebut.
Salah satu kegiatan bergengsi baru baru ini Senin-Selasa 13-14 Maret 2023 Fakultas ekonomi universitas Negeri Sebelas Maret Menggelar
Artefact Uns Monologue Competition Universitas Se Indonesia 2023 Bertempat di Taman Budaya Jawa Tengah, acara di hadiri berbagai kampus Se Indonesia, Diantaranya adalah Teater Gema dari Mahasiswa dari STKIP NU Kaplongan Indramayu, yang mana satu satunya perwakilan kampus dari indramayu yang mewakili Kab.Indramayu dalam acara bergengsi tersebut.
Sebuah kebanggan dari Kabupaten Indramayu Teater Gema Dari STKIP NU Kaplongan, berhasil merebut Juara 2 Penyaji Terbaik dan Juara Penata Musik Terbaik.
Khoirul Fajri M.Pd. Selaku pembina Teater Gema mengatakan “Perjuangan, kekompakan, mental, tekad, dan keyakinan kuat itu sebuah kunci dasar untuk siap maju menjadi sebuah perwajahan kreativitas pengembangan bakat untuk terus berbenah ke arah yg lebih baik. Hal-hal tersebut menjadi pedoman dasar Teater Gema UKM Seni & Teater STKIP NU Indramayu untuk terus maju dalam meraih prestasi. Alhamdulillah dari proses dan perjuangan yg keras, rintangan dan tantangan yang tinggi mereka mampu bersama-sama menghadapinya sehingga Teater Gema yang baru seumur jagung mampu mencapai prestasi dengan menjadi Tim Penyaji Terbaik ke 2 dan penata musik terbaik di ajang lomba monolog Artefact UNS Universitas Se-Indonesia, yang diselenggarakan di Surakarta. Terimakasih pejuang sejati untuk terus mengembangkan seni dan tetap mempertahankan serta menanamkan nilai-nilai tradisi. Terimakasih pula sudah membawa harum almamater STKIP NU Indramayu dan keluarga UKM Seni & Teater tercinta” Paparnya.
Sementara tanggapan dan harapan dari (Ketua Teater gema Mohammad Ibnu Malik Rifa’i, yang Akrab dipanggil Fai Mengatakan “Jangan pernah takut untuk menjadi sang juara, sang juara bukan dilihat dari almamater. Tapi dia yang bekerja keras dan doa yang khusyuk. Saya persembahkan juga juara ini untuk masyarakat Indramayu, reang bangga dadi wong Dermayu”
(B.Ay)
