METROPOSTNews.com | Lebak- Warga Kampung Cangketeuk, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak-Banten. Terpaksa harus ditandu oleh warga dengan menyusuri jalan rusak sejauh kurang lebih 16 kilometer untuk bisa berobat dan samapai ke Puskesmas Cigemblong, Rabu (22/2/2023).
Dalam video kiriman warga yang diperoleh, tampak sejumlah warga menggotong pasien menggunakan kain dan sepotong bambu.
Roni, salah seorang warga membenarkan perihal beredarnya sebuah rekaman video yang memperlihatkan warga tengah menandu pasien yang hendak berobat ke Puskesmas.
Menurutnya, Sarnata terpaksa harus ditandu lantaran akses jalan yang kondisinya rusak parah sangat sulit dilintasi oleh kendaraan roda empat.
“Ia terpaksa harus ditandu karena memang kondisi akses jalan yang rusak dan sulit dilintasi oleh kendaraan. Itu ditandu dari rumahnya Kampung Cangketeuk ke Cikate. Kurang lebih 16 kilometer karena jalan nya tanjakan,” katanya.
Diketahui, Sarnata mengalami sakit lantaran pada empat bulan lalu ia terjatuh dari pohon aren.
“Sakit karena pada empat bulan lalu sempat jatuh saat memanjat pohon aren,” katanya.
Terpisah, Sardi Camat Cigemblong saat dihubungi lewat sambungan telepon oleh wartawan membenarkan bahwa ada warganya yang ditandu untuk dapat menuju Puskesmas Cigemblong.
Sardi mengakui bahwa jalan yang dilintasi pasien tersebut memang sebagian masih dalam kondisi rusak.
“Ya benar ada warga kami yang kemarin harus ditandu demi bisa sampai ke Puskesmas. Jaraknya sekitar 5 kilometer, yakni dari Kampung Cangketeuk ke Kampung Cikate, itu jalan poros desa,” jelas Sardi, Kamis 23 Februari 2023
Lebih lanjut Sardi menjelaskan, bahwa jalan poros desa tersebut memang kondisinya rusak parah dan merupakan akses warga untuk menuju jalan kabupaten. “Memang rusak, tapi kalau jalan dari Kampung Cikate menuju Puskesmas, kurang lebih 11 kilometer sudah hotmix,” tambahnya.
Namun pihaknya mengaku perbaikan jalan poros desa sepanjang 5 kilometer tersebut sudah masuk dalam Musrembang Desa dan Kecamatan. Bahkan menurut informasi, saat ini sudah masuk dalam priroritas pembangunan di tahun 2024 mendatang.
“Sudah kami usulkan di tahun ini, yang saya ketahui sudah masuk dalam pembahasan di forum SKPD, jadi prioritas tahun 2024. Jadi kepada warga mohon bersabar dan mari kita kawal sama-sama agar bisa terealisasi tahun depan,” tukas Sardi.
Atas peristiwa tersebut, Sardi juga meminta maaf kepada warga yang belum bisa menikmati pembangunan infrastruktur secara merata,
“Saya selaku penanggung jawab wilayah mohon maaf, kami terus berupaya untuk mengajukan ke pemerintah kabupaten. Minta doanya saja,” pungkasnya.(Hasan)

