Metropostnews.com |Bener Meriah – Puluhan pedagang jajanan yang berjualan di sepanjang pendestrian kecamatan bukit kabupaten bener meriah minta pemerintah bener meriah tindak oknum yang di duga melakukan pungutan liar melebihi kewajaran. Sabtu (4/2/2023).
Tingginya animo masyarakat bener meriah untuk sekedar jalan-jalan dan jajan bersama teman maupun keluarga di lokasi taman pendestrian yang baru saja rampung tersebut tidak senyaman kenyataan yang di rasakan oleh para pedagang di sepanjang pendestrian itu.
Para pedagang yang sejak pukul 09.00wib hingga pukul 22.00 wib menjajakan dagangannya merasa kecewa atas ulah oknum yang mengaku sebagai pihak ketiga untuk melakukan pemungutan retribusi di lokasi pendestrian tersebut.
Dari salah satu perwakilan pedagang tersebut di pendistrian kepada awakmedia ini mengatakan bahwa kami yang berdagang di pendistrian ini telah dipunggut oleh pemuda dari desa pante raya yang melakukan pemungutan atas keterangan pihak ketiga sebesar Rp. 20.000/hari dan Rp.10.000/hari untuk kebersihan. Sedangkan dari keuangan pemkab bener meriah hanya di punggut sebesar Rp. 10.000/Bulan terang para pedagang. Sabtu (04/02/2023) pkl. 15.30 wib.
Atas dasar hal tersebut sampai berita ini ditayangkan para pedagang meminta kejelasan pemkab bener meriah yang mana ulah oknum tersebut telah meresahkan dan merugikan para pedagang atas besaran pungutan retribusi yang menelan omset hingga Rp. 3Juta/hari dan apabila ditotal dalam sepekan meraup omset Rp.90 juta/ bulan.
Nn salah seorang pedagang berharap agar pemerintah respon dan dapat segera menyelesaikan persoalan ini karena kami para pedagang merasa di peras dan tidak ada keadilan atas besatan pungutan yang mengaku pihak ketiga tersebut. (Hadi)

