METROPOSTNews.com | Melestarikan budaya daerah bukan hanya tanggungjawab para Budayawan dan seniman ataupun penggiat seni namun juga tanggungjawab masyarakat dan pemerintah sebagai stakeholder untuk bisa menjamin keberlangsungan seni budaya daerah sebagai warisan budaya bangsa, Karena melestarikan kebudayaan sudah diatur di dalam Undang-undang Pemajuan Kebudayaan No. 5 tahun 2017.
Dengan Demikan Lembaga Bahasa dan sastra Dermayu, Bersama Lembaga Kebudayaan Indramayu, Serta menggandeng Komunitas komunitas Budaya, selalu mengadakan kegiatan Rutin, dengan konsep Obral Obrol.
29/01/2023, Bertempat di Sanggar Budaya Sapujogan Desa Kliwed Kec.Kertasemaya Kab.Indramayu, Acara di hadiri Sekaligus Juga Menjadi Narasumber, H. Wawang Irawan mantan Kepala BAPEDA Kab. Indramayu, Selaku Pendiri dan Pembina Lembaga Kebudayaan Indramayu (LKI), H. Yayan Mulyantoro mantan Kadis Budpar Kab. Indramayu.
Beberapa mahasiswa dan mahasiswi, dari Kampus STKIP NU Kaplongan Indramayu, STKIP Padhaku Segeran, serta komunitas Seni dan Budaya Yang ada di Indramayu, hadir dalam kegiatan tersebut.
H. Wawang Irawan Dalam pemaparanya mengatakan “sesuai dengan tema Obral Obrol hari ini yaitu Menumbuhkan Komunita Budaya, dan saya sepakat untuk menumbuhkan komunitas budaya lahir dari masyarakat yang memilki kecintaan dan kepedulian untuk melestarikan kebudayaan, Namun demikian yang lebih utama bagaimana peran pemerintah terhadap budaya daerah, apalagi kalau pemerintah daerahnya tidak mengerti budaya daerahnya sendiri maka dapat dipastikan budaya daerah akan merana dan tergerus budaya luar sehingga tinggal menunggu waktu kapan akan punah dan tak bisa dinikmati generasi penerus, maka dari itu semua pihak harus memiliki kepedullian yang tinggi, terlebih Indramayu memiliki anaka ragam budaya seni tradisional yang didalamnya juga menyangkut hidup dan kehidupan Pelaku seni yang menggantungkan hidupnya dari berkesenian” Paparnya
Penggiat dan pemerhati seni Yodhi Santoso yang selama ini konsen dalam seni dan budaya Mengatakan “Diskusi sembari menjalin silaturahmi dan membahasa soal berkesenian seperti ini harus diagendakan rutin sebagai wadan penyanpaian gagasan dan aspirasi para seniman daerah, obrolan atau diskusi seniman, pemerintah dan tokoh masyarakat diharapkan bisa menjadi penyambung silaturahmi rasa dan asa untuk mewujudkan konsep yang sinergi seluruh elemen masyarakat dalam melestarikan budaya dan seni” Paparnya.
Herry Susanto Selaku Ketua Sanggar sapujogan mengatakan, “Saya sangat mengapresiasi kegiatan Obral Obrol yang di gagas oleh para sesepuh sastrawan dan Budayawan yang membuat Kegiatan Ini, Banyak hal yang dapat kami serap dan dapat kami aplikasikan di tengah masyarakat”
Acara di tutup dengan ramah tamah, dan menikmati Kuliner khas Indramayu Pecak Bocah Angon Yang masih Jaga dan dilestarikan Oleh sanggar Sapujogan.
(Bang Ay)

