METROPOSTNews.com | Lebak – Belum lama ini, warga Malingping, Kabupaten Lebak sempat dihebohkan dengan beredarnya sebuah rekaman suara diduga seorang pedagang bibit durian
Dalam rekaman suara tersebut, sang pedagang bibit durian menyebutkan bahwa dirinya memberikan cashback hingga 50 persen kepada sejumlah kepala desa di Malingping yang belanja bibit kepadanya
Disebutkan bahwa sejumlah kepala desa tersebut belanja bibit durian menggunakan anggaran Dana Desa (DD) tahun anggaran 2022 untuk pelaksanaan program ketahanan pangan (Ketapang) sebagaimana diamanatkan dalam Perpres 104 tentang Rincian APBN TA 2022
“Semua yang beli bibit ke saya kadesnya diuntungkan, dari anggaran Rp100 juta hanya 50 juta belanjanya, yang Rp50 juta saya kasih ke kadesnya. Yang anggarannya Rp80 juta saya kembalikan Rp40 juta, ada yang anggarannya 26 juta dikembalikan Rp14 juta. Itu salah satu bentuk komitmen dengan saya,”
Berdasarkan hasil penelusuran wartawan di beberapa desa di Kecamatan Malingping, bibit durian dibagikan oleh pemerintah desa kepada masyarakat untuk ditanam di lahan tanahnya masing masing.
“Saya dapat satu pohon. Tidak ada pelatihan nanam, pokoknya dikasih bibit suruh ditanam, pupuknya gak dikasih,” kata salah seorang warga penerima bibit durian di Malingping, Minggu 6/11/2022. (Hasan)
