METROPOSTNews.com | Redelong – Rapat koordinasi penertiban obstacle pada runway 27 Bandara Rembele yang melibatkan SKPK terkait, termasuk pihak Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Rembele, Camat Bukit, Reje(Kepala Desa) Kampung Bale Atu dan Lembaga Navigasi Penerbangan Indonesia (Airnav Indonesia) yang diadakan di ruang rapat Bandar Udara Rembele.
Pembahasan terkait permasalahan complain pilot yang terbang ke Bandara Rembele, terutama pesawat Wings Air dan juga pesawat C-130 Hercules milik TNI-AU mengalami kendala Ketika akan melakukan pendaratan akibat dari benda tumbuh berupa pohon dan bangunan yang ada diujung runway 27 Bandara Rembele.
Pihak Bandara serta Lembaga navigasi penerbangan Indonesia mengharapkan obstacle tersebut dapat dipotong supaya melancarkan penerbangan ke Bandara rembele serta lebih meningkatkan aspek keselamatan penerbangan.
Rapat yang dipimpin oleh Assisten Pemerintahan Drs. Sofyan setelah menerima masukan dari peserta rapat menyampaikan pada perinsipnya Pemerintah Kabupaten Bener Meriah sepakat dengan aspek keselamatan penerbangan dan menginstruksikan kepada jajaran SKPK terkait dan Kepala Kampung Bale Atu dan Tingkem Benyer melakukan pendataan pemilik lahan.
Jumlah bangunan dan tumbuhan tinggi serta kita upayakan untuk penertiban obstacle dimaksud dalam waktu dekat
kita juga perlu buatkan aturan yang membatasi bangunan serta tanaman yang berpotensi tinggi pada kawasan keselamatan operasional penerbangan Bandara Rembele serta disosialisasikan kepada Masyarakat. (Hadi)

