Metropostnews.com /Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah dan pihak berwajib agar segera menindak adanya gerakan LGBT di ajang Citayam Fashion Week.
Ajang Citayam Fashion Week yang digandrungi anak-anak muda ini belakangan tengah happening.
Kalangan pencinta fashion dari berbagai daerah rela untuk datang ke Dukuh Atas, Sudirman, Jakarta Pusat.
“Lebih baik dibuat di tempat mana yang kemudian disampaikan ke publik bisa melalui teknologi dan menjadi tepat,” tutur Marsudi Syuhud, Wakil Ketua MUI.
Ketika ditanya soal adanya perilaku LGBT di Citayem Fashion Week, Marsudi menyebut perilaku LGBT sebagai sebuah penyakit. Namun kata dia, hal tersebut bisa disembuhkan.
“Itu kan masalah kemanusiaan yang banyak orang menyampaikan itu sebuah ada yang mengatakan sebuah penyakit, ada dikatakan apa. Tapi yang penting kalau psychological sickness itu dipahami bisa disembuhkan. Kalau penyakit berusaha disembuhkan, apa saja yang sudah disampaikan ulama terdahulu sampai sekarang,” jelasnya.
MUI mmeinta pemerintah cepat turun tangan. Namun demikian, dampak fenomena CFW juga tidak melulu negatif.
Menurutnya, MUI juga tidak bisa secara langsung menyalahkan peserta yang masih muda-muda tersebut.
Karena itu belajar dari kasus CFW ini, dirinya menegaskan, otokritik juga harus berani disampaikan kepada para orang tua.
Menurutnya, lokasi Citayam Fashion Week ini telah dimanfaatkan oleh gerakan LGBT sebagai ajang promosi mereka.
“Sangat patut disesalkan adalah ajang Citayam Fashion Week ini juga telah dimanfaatkan oleh gerakan LGBT untuk mempromosikan ide dan gerakannya,” ujar Marsudi dalam keterangan tertulis, Selasa 26 Juli 2022.
Tak berhenti sampai di situ, MUI sangat mendukung hal positif yang ada pada ajang Citayam Fashion Week.
Namun juga menentang adanya praktek-praktek yang dapat menjerumuskan anak-anak muda ke hal yang negatif.
“Kalau yang positif tentu kita dukung tapi kalau yang negatif tentu harus kita stop dan hentikan” ujarnya.
“Tetapi dalam hal yang terkait dengan sisi-sisi negatif tersebut saya juga tidak bisa secara langsung menyalah-nyalahkan mereka yang masih muda-muda tersebut,” tambahnya.***
