METROPOSTNews.com | Taliabu – Ada beberapa program yang direncanakan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Pulau Taliabu Maluku Utara (Malut).
Antaranya Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) karena dengan adanya MKJP guna untuk mempermudahkan ibu-ibu. Dan soal suntik itu juga bagian dari jangka pendek sehingga kita lebih memperhatikan ibu-ibu
“Mengingat ibu-ibu punya aktivitas di luarnya sangat banyak sehingga dengan adanya MKJP ini, agar ibu-ibu memiliki kesempatan seperti implan, Aisprilayudia, Mot pemasangan untuk pria dan mou untuk wanita” kata Plt Kadis DPPKB Inces S.Pd.
“Karena implan itu memakan waktu 3 tahun jadi ibu-ibu masih memiliki kesempatan, apa bila dengan kondisi 3 tahun itu, mereka kembali untuk pemasangan kembali juga tidak apa-apa maupun dilepaskan juga tidak apa-apa” imbuhnya.
Masih dikatakan Inces, akan diadakan juga Bimbingan Tehnis (Bimtek) dalam pemasangan implan karena sebagian besar untuk ibu-ibu bidan desa belum memahami terkait dengan pemasangan implan.
Kemudian untuk stunting, jadi KB sini punya tiga program yang pertama soal calon pengantin, bagi perempuan dan laki-laki yang mau menikah harus di dampingi. Jadi setiap desa sudah ada tim pendamping keluarga. Yang terdiri dari ibu bidan, ibu ketua PKK dan ibu kader KB jadi mereka yang akan dampingi apabila ada yang mau menikah
Jadi sebelum stunting terlebih dahulu kita melakukan pendataan kalau di BKKN bagi perempuan umurnya di atas 21 tahun dan laki-laki di atas 25 tahun dan sebelum menikah akan diadakan pemeriksaan kesehatan bagi yang mau menikah.
“Sementara data ibu- yang mengikuti KB pada tahun 2021, sebanyak 4.990 orang. Dan yang masih mempunyai kandungan subur sebanyak sembilan ribu lebih” pungkas Plt Kadis DPPKB Inces S.Pd kepada wartawan Rabu (23/2/2022) di ruangan kerjanya. (Ihky)



