METROPOSTNews.com | Indramayu – Petani Wilayah kecamatan Bangodua kabupaten Indramayu mengeluhkan mahalnya dan kelangkaan stok pupuk bersubsidi menjelang masa tanam di musim penghujan diawal tahun ini. Para petani kesulitan mendapat pasokan pupuk bersubsidi dan akibatnya harus membeli yang non bersubsidi atau pupuk lain sebagai pengganti.
Ketika metropostnews temui petani yang enggan disebut namanya mengatakan, “iya mas enggak tahu nih tahun ini pupuk urea pada kemana kalau ada ya harganya mahal, apalagi kalau petani tidak mempunyai kartu tani susah cari di kios untuk membeli pupuk urea. Namun tidak ia dapatkan. Ya kita sebagai petani kebutuhan hidup apalagi ini menyangkut padi kita harus gimana lagi biar mahal ya kita beli juga walau dapatnya tak sebanding dengan kebutuhan” katanya.

Juga disampaikan petani lain saat metropost sambangi di rumahnya di desa Tegalgirang blok Gudang Bulog, ia sama juga mengeluh. “Betul sekali mas harga pupuk urea bersubsidi harganya selangit, bagi kita pupuk bersubsidi Rp 270ribu sampai kisaran Rp 300 ribu, belum yang nonsubsidi lebih mahal lagi tentunya, kesulitannya mencari pupuk bersubsidi, benar-benar tahun ini kelangkaan pupuk kalau ada pasti mahal” ungkapnya.

Ditambahkannya, “kalau yang tidak punya kartu tani ya bisa dapat juga lewat belakang ada agen kios Abal-Abal tentunya lebih mahal tapi yang namanya petani biar mahal pasti dibeli tapi tidak tahu nanti hasil panennya seperti apa”.
“Yang saya kecewa kenapa yang punya kartu tani disama ratakan dapat pupuknya padahal luas sawahnya kan beda-beda ada yang luas sekian hektar lebih ada yang berapa hektar, harusnya dibedain dapatnya, ya tetap aja kita yang jadi petani rakyat kecil jadi korbannya harga mahal ya diserang juga” pungkasnya. (MT jahol)




