METROPOSTNews.com | Cirebon – Sepanjang musim penghujan tangkapan ikan berkurang hingga 50%, hal tersebut diakui Tarsoni (38), salah satu nelayan asal Blok Tajug, Desa Sitemu, Mundu, Kabupaten Cirebon.
“Kalau musim hujan terlalu banyak air tawar. Jadi, ikannya tidak mau ke darat,” kata Tarsoni.
Kondisi tersebut, menurutnya, berpengaruh pada penghasilan sehari-hari. Ia menyebutkan sebelum musim penghujan, hasil tangkapan rata-rata perhari mencapai 5-6 kilogram.
“Berbagai jenis ikan dan kalau dijual kurang lebih dapat Rp. 500 – Rp. 600 ribu,” kata bapak dua anak ini.
Sementara kini, beraktifitas ngejaring (mencari ikan-red) dengan menggunakan perahu jenis sopi berukuran 5 x 2 meter dan berangkat pada pukul 03.00 WIB hingga pulang pukul 09.00 WIB tersebut, penghasilan perhari rata-rata jadi menurun.
“Dapat ikan 2 kilogram saja sudah bagus mas,” katanya.
Dengan kondisi ini, ia pun berharap dirinya mendapat bantuan dari pemerintah.
“Selama ini saya belum pernah dapat bantuan mas, ya pengennya sih ada. Paling tidak ya dapat alat tangkap atau asuransi dari pemerintah,” harapnya.
Sementara itu, Sairun (56) nelayan lainnya mengaku, bantuan didapat dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada masa kepemimpinan Menteri Susi Pudjiastuti.
“Dari DKP Kabupaten Cirebon dulu dapat tahun 2011, bantuan berupa permodalan tapi hingga sekarang tidak ada lagi,” jelasnya.
Ia pun berharap otoritas setempat memperhatikan nasib para nelayan yang ada di daerahnya terlebih pada musim penghujan seperti sekarang ini. (Cepi)



