METROPOSTNews.com | Indramayu — Camat Sindang Rusyad bersama Kapolsek, Babinsa, kamtibmas serta pamong desa Panyindangan kulon sidak langsung rumah nenek Tanimah tgl /30/11/21 jm 10;00 wib yang yang sudah puluhan tahun belum tersentuh bantuan, kini rumah nenek Tanimah ambruk yang kedua kalinya.
Menurut keterangan camat Sindang saat sidak ke rumah nenek Tanimah ketika memberikan sembako ia menjelaskan, “Insyaalloh kalau rencana untuk membangun rumah ibu Tanimah bisa secepatnya tapi ini masalah tutup buku atau akhir tahun, nanti koordinasi dulu sama pihak yang terkait baik dari pemdes, dinas, juga pihak yang punya rencana di Pemda” ucapnya.

warga desa Panyindangan kulon, Suroso mengungkapkan, “kalau bisa sih secepatnya dibangun karena Curah hujan mulai meningkat di bulan Desember 2021 ini, dengan kondisi alam yang sudah mulai berubah ke musim penghujan akan menuai persoalan baru bagi pemilik rumah ibu Tanimah yang sudah sangat lapuk ini”.
Seperti rumah ibu Tanimah Rt 11 Rw 04 Blok Gandok Desa Panyindangan Kulon Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu, rumahnya roboh hingga 2 kali, pertama di ahir tahun 2020 dan kini di sekitar tanggal 2 November 2021nya.
Wandiyah anak Tanimah saat dimintai komentar mengungkapkan, “ia pak sebenarnya saya sebagai anaknya merasa berterimakasih atas kunjungan bapak camat, tapi kepingin keluarga secepatnya dibangun jangan sampai ambruk total.
“Dulu saya pernah mengusulkan ke BAZNAS Kabupaten Indramayu dengan seluruh berkasnya namun menurut keterangan pegawai BAZnya menyampaikan, ‘nanti kita cek dahulu dan nanti kami kabari’ namun ironisnya sampai hari ini jangankan bantuan ngeceknya saja tak kunjung datang” imbuhnya.
Dengan Kejadian yang dialami pertama, pihak keluarga sudah enggan meminta bantuan ke BAZ lagi karena dari pengalaman tahun pertama yang tidak direspon itu, namun kejadian yang kedua pada tanggal 2 November kemaren pihak keluarga diwakili anaknya, Wandiyah mengadukan hal ini ke Kuwu Desa Panyindangan Kulon yang belum lama terpilih, Ono Daryono.

Namun 2 kali menghubungi melalui Telpon via whatsapp hanya dijawab dengan tidak memuaskan. ‘Ya mas gimana yah, kami tidak punya anggaran’, “dan jawaban kedua ketika saya melakukan telpon lagi hanya dijawab ya mas nanti saya carikan donatur. Hanya itu jawab kuwu nya pak dari hampir sebulan ini saya menunggu tindakannya namun tidak ada kunjung datang”. Tutur Wandiyah.
Ditempat yang sama perwakilan pemdes Panyindangan Kulon, Kaur Kesra, Lebe Iing mengatakan bahwa ini nanti akan coba dikomunikasikan dengan pa kuwu dan tim dari kecamatan, “karena Kuwu hari ini tidak hadir saat camat sidak ke lapangan karena Kuwu lagi rapat di pendopo, dan mudah-mudahan bisa secepatnya dibangun” ucapnya. (MT Jahol)



