MetropostNews.com, Majalengka — Memasuki musim penghujan Banjir di Kabupaten Majalengka berdasarkan data dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) berada di daerah Cimanuk dan Cisanggarung.
Selain itu juga ada dua Daerah Sungai (DAS) yang melaluinya, yakni sungai Cibuaya dan Cimanuk.
Dimana dari dua sungai tersebut baik Cibuaya dan Cimanuk ditemukan ada beberapa titik kritis atau rawan banjir.
Ia menjelaskan, DAS Cibuaya ada 6 titik dan Cimanuk ada 39 titik kritis. jadi total ada 45 titik kritis. sudah dilakukan perbaikan dan sebagian besar masih perlu penanganan lebih lanjut. dikatakan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Majalengka Indrayanto, Jumat 19 November 2021.
Penyebab pemicu titik kritis ini adalah adanya pendangkalan dan penyempitan di hulu aliran sungai yang menyebabkan sebuah tanggul itu jebol.
Selain itu ada faktor alam seperti kapasitas curah hujan yang cukup tinggi, sedimentasi dan penumpukan sampah yang dialiri sungai tersebut.
Lalu ia mengatakan, adanya tanggul yang jebol pada waktu itu seperti pada kejadian beberapa tahun yang lalu tepatnya di bulan Februari 2021.
Pada bulan Februari 2021 kemarin hampir sama dengan tahun sekarang memang ada beberapa titik tanggul yang jebol juga.
Sehingga ketika ada air yang melintasi dibeberapa wilayah Kecamatan atau Desa tersebut semuanya teredam pada saat itu.
Terkait banjir ia mengatakan, berdasarkan informasi yang kami dapat tadi malam di Desa Jatiraga Jatitujuh Kabupaten Majalengka.
Berdasarkan laporan terkait di kabupaten Majalengka ada lahan sawah sekitar 40 hektar kurang lebih yang teredam banjir tapi belum ditanami.
Dan ini harus jadi perhatian bagi kita semua, seperti BBWS, Sumber Daya Air dan BPBD bahwa ketika ada lahan yang memang terendam oleh air.
“Alhamdulillah sekarang belum ditanami kalau sudah ditanami akan timbul dampak dan kerugian dari area tersebut ,” kata Indrayanto.
Dijelaskan dia, 40 hektar itu meliputi satu desa yaitu desa Jatiraga dan belum ada laporan lagi desa yang terkena dampak banjir sampai saat ini.
“Biasanya sih aliran sungai Cibuaya ini dia masuknya melalui Sumber Kulon, Putri Dalem, Jatiraga sampai ke pangkalan Pari.
“Nah biasanya Putri dalem yang masuk kedalam perumahan dan Jatiraga lebih banyak di area persawahan,” tuturnya.
“Kita selalu menghimbau bahwa kepada masyarakat yang memang dekat dengan bantaran sungai agar selalu memantau cuaca melalui BMKG di wilayahnya masing-masing,” jelasnya. ( Ade).



