METROPOST1.COM, Banyuwangi – Aliansi LSM dan Wartawan yang tergabung di “Team Macan Blambangan” mendatangi kantor Pelindo III, Kamis (2110-2021).
Kedatangan rekan-rekan media dan Lembaga untuk mempertanyakan ke pihak kantor Pelindo III Banyuwangi ditemui oleh pegawai Pelindo lll bagian umum. Terkait sejumlah permasalahan yang terjadi, adapun permasalahan itu diantaranya mengenai retribusi kapal ikan yang bersandar di pelabuhan tanjungwangi yang sudah bertahun-tahun, diduga tidak ada retribusi yang masuk ke pemerintah kabupaten banyuwangi.
Team macan blambangan mempertanyakan tentang limbah pupuk yang tercecer disepanjang jalan lingkar mulai dari pelabuhan, didepan kantor imigrasi dan tempat bongkar pupuk membuat polusi yang sangat mengganggu masyarakat sekitar juga pengguna jalan.

Agus purwanto yang akrab di panggil Agus Pecok dari forum masyarakat anti pungli berpendapat, selayaknya kapal ikan tidak bersandar di pelabuhan Tanjungwangi, ini dikarenakan di pelabuhan Tanjungwangi yang notabene tempat bongkar muat barang dan yang terbaru sebagai penyebrangan penumpang.
Agus Pecok menambahkan, bahwa kapal ikan yang bersandar di pelabuhan Tanjungwangi itu tidak tepat. “Tidak tepatnya dikarenakan jika sebagai tempat bongkar muat untuk kapal ikan seharusnya terdapat tempat pelelangan ikan,” ujarnya.
Menurut Agus Pecok pemerintah kabupaten Banyuwangi menggaungkan untuk meningkatkan otonomi daerah. Akan tetapi kejadian ini dinilai Oleh Agus Pecok tidak sejalan dengan tujuan pemerintah Banyuwangi sendiri.

Lanjut Agus Pecok, “dengan banyaknya kapal yang sandar setidaknya ada retribusi yang masuk ke pemerintah kabupaten Banyuwangi agar bisa menambah PAD daerah kabupaten Banyuwangi,“ pungkasnya.
Kadis Lingkungan Hidup Banyuwangi saat di konfirmasi awak media tidak berada ditempat, menurut salah stafnya kadis sedang rapat diluar. (Ags)




