METROPOST1.COM, Indramayu — Proyek Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Desa Tambi Kidul Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu diduga dikerjakan asal jadi hingga hasilnya semrawut.
Proyek TPT tersebut tidak jelas anggaranya masih simpang siur, proyek yang sedang dikerjakan di Rt 12/ Rw 03 blok Adan 2 dan tanpa memasang papan informasi diduga proyek siluman.

Ketika ditemui media, beberapa warga sekitar mengatakan, “kami juga tidak tahu kenapa proyek pembangunan tembok penahan TPT yang tidak jelas sumber dananya darimana, lantas kami sebagai masyarakat Tambi patut mempertanyakan, dan kami sebagai warga Tambi menyesalkan pemasangan TPT seperti orang pada belajar” ujar warga.
Pemasangan batu juga tidak rapih batu bekas masih dipakai pemasangan batu pada menonjol terkesan acak-acakan ini sudah jelas melanggar aturan dalam sistem pengerjaan.
“Nah yang perlu digaris bawahi bahwa menurut informasi proyek tersebut bersumber dari dana desa tahap dua yang dulu masih dipegang Kuwu mantan Ja’i itu sisanya dan katanya uang DD tersebut dititipkan sama camat Sliyeg sebesar Rp 100 jt dan uang tersebut dikembalikan ke Kuwu baru tarso. Nah benar atau tidaknya uang yang dititipkan ke camat sebesar Rp 100 jt atau lebih” ujar salah seorang warga.
Metropost1.com langsung menyambangi kantor Desa Tambi Kidul, Rabu dan Kamis jam 10:30 21/10/21.
Namun setelah sampai ke kantor desa untuk mempertanyakan proyek TPT yang tidak jelas, kepala desa Tambi Tarso tidak berada di kantornya, dan kami coba menghubungi via telepon tapi tidak merespon langsung diriject.
Ketua LSM Naga Sukma, David yang beralamat di wilayah kecamatan Sliyeg berkomentar, “saya kira proyek TPT yang berada di desa Tambi Kidul sangatlah tidak baik, ini contoh kepala yang tidak suka turun ke lapangan disaat ada pekerjaan. Apa karena pura-pura bodoh apa emang tidak tahu, padahal ini Kuwu baru kemarin dilantik seharusnya kasih contoh baik pada warganya kalau ada program yang sifatnya membangun, jangan dibiarkan dan dilepas, apa lagi pekerjaannya kaya gitu amburadul tidak jelas lagi” ujarnya.
“Mana papan proyek sudah batu bekas dipasang, LSM Naga Sukma akan mengawal dan menindaklanjuti masalah ini, sudah jelas menyalahi aturan” tegas David.

Ditempat terpisah, Ketua LSM Inovasi Kemaslahatan (IK) dan Sayap Komando Pasukan Cakar Langit Indramayu, Sodikin mengatakan, “kami dan tim sepakat bekerjasama dengan lembaga lain untuk menyikapi persoalan TPT di desa Tambi, tak pantas seorang Kuwu baru kemarin duduk dipilih langsung oleh warganya, tapi kenapa toh lalai begini apalagi sama LSM dan media serasa hampa, gimana mau maju kalau baru pertama ada bantuan terus pekerjaannya rancu gitu itu” ungkapnya.
“Kurangnya pengawasan hanya pekerjaan kecil TPT belum proyek besar ini sudah lalai dalam tugas jadi pejabat publik, saya ketua LSM IK tidak henti-hentinya turun langsung ke lapangan mengawasi dan mengawal program pemerintah ini” jelasnya. (MT jahol)




