METROPOST1.COM, Majalengka — Plt Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi Pada Kementerian/Lembaga Masyarakat dan UMKM instansi BRIN, Hardi Julendra mengatakan, Helm dibuat dengan memakai bahan serabut kelapa sawit.
“Jadi itu sebuah inovasi karya anak bangsa helm berbahan serabut dari temen-temen IPB lakukan pada waktu itu”, kata Hardi, Rabu 20 Oktober 2021.
Menurut dia, mereka memanfaatkan bahan dasar dari tamanan kelapa sawit. Untuk mengganti lapisan dalam dari helm tersebut yang biasanya memakai busa, “Nah kalau sekarang menggunakan inovasi menganti menjadi bahan serabut sawit,” ucapannya.
Helm itu ia menjelaskan, sudah diuji pastinya karena itu produk- produk Inovasi tersebut mulai diuji dari segi kelenturannya dan segi keamanannya bagi pengendara sepeda motor.
” Helm tersebut sudah berlisensi SNI juga,” tuturnya.
Tentunya dijelaskan dia, ini bagian sebuah riset, inovasi dan teknologi, jadi kita hanya memfasilitasi semua riset-riset dan inovasi yang ada baik di individu sendiri dan semua di fasilitasi.
Mulai dari awal risetnya, banyak juga peneliti yang masuk, kan bisa gabung kesana dan ditunjang dengan peralatannya juga.
Termasuk juga bagian dari memperkenalkan hasil risetnya ke masyarakat.
“Kalau kita di domain nya di riset dan inovasi yah, tapi kalau menentukan komersialisasi itu kita semua membantu seperti itu. Saya kalau berapa yang sudah dipastikan saya gak tau soal itu,” jelasnya.
Kalau pembuatan helm ini, idenya udah dari penelitinya yah. dan penelitiannya langsung dari sana juga.
Cuma ada kelompok yang mau berkolaborasi antara pemerintah yang domainnya di riset dan inovasi dengan pihak kampus dengan cara dilakukan melalui penelitian.
“Jadi tetap HKI (Hak Kekayaan Intelektual) nya milik penelitinya,” kata Plt Dirut dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi.
“Udah siap pakai, karena sudah diuji. Kami gak berani kalau belum diuji,” tuturnya.
Yang kita sebarkan (dikenalkan kepada masyarakat) sudah ada 8 ribu lebih. Untuk line produksinya saya kurang tau pasti.
“Ya sistem nya masih UMKM masih start up lah ya, belum industri,” jelasnya. ( Ade)



