METROPOST1.COM, Banyuwangi — Gerakan warga Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi yang menolak adanya tambang emas Gunung Tumpangpitu dan menentang keras perluasan tambang emas di gunung Salakan mendapat banyak dukungan dari berbagai elemen masyarakat Kabupaten Banyuwangi.
Setelah kemarin hari Sabtu (9-10-2021), aktivis LSM BCW menggelar dialog transparansi publik bersama sejumlah aktivis dan warga masyarakat sekitar tambang emas dan sepakat menolak keberadaan tambang emas Gunung Tumpang pitu serta perluasan area tambang.
Danu Budiyono, Aktivis Prodem (Pro Demokrasi) yang juga pembina Gerakan Rakyat Banyuwangi Bersatu (GARABB) mendukung sepenuhnya upaya dan langkah warga sekitar tambang emas untuk memperjuangkan tanah kelahirannya dari kepentingan kapitalis yang hanya merusak alam.
“Dalam waktu dekat kami akan konsolidasi akbar dengan semua komponen masyarakat yang menolak tambang emas gunung Tumpangpitu dan penolakan itu merupakan harga mati, tak boleh ada perluasan tembang emas di banyuwangi. Karena faktanya sejak kegiatan perusahaan tambang emas gunung Tumpangpitu itu ada, karena buat masyarakat tidak ada manfaatnya sama sekali,” kata Danu, Senin, (11-10-2021).
“Dimana ada tambang disitu ada penderitaan dan kerusakan lingkungan, nelangsa warga dan alam di lingkar tambang.Maka gak ada cara lain kecuali tambang emas gunung Tumpangpitu harus ditutup. Kita akan segera konsolidasi melibatkan semua masyarkat, membuat petisi penolakan perluasan dan pencabutan IUP yang ada dan akan kita kirim ke presiden.Kita juga akan segera turun kejalan, kita akan duduki kantor pemkab Banyuwangi serta meminta bupati mencabut IUP PT BSI dan PT DSI dengan cara mengadakan Festival Demo atau kami turunkan bupati banyuwangi,” imbuhnya.
Masih kata Danu,” sekali lagi gak ada manfaatnya sama sekali tambang emas di Pesanggaran itu, yang katanya Pemda punya saham lalu yang katanya CSR kita gak tahu menahu juga. Kemana larinya uang itu gak jelas juga, kami menduga itu hanya buat alasan ke rakyat saja,”.
Danu menegaskan jika saat ini sudah saatnya rakyat Banyuwangi bersatu mempertahankan tanah dari ancaman kerusakan alam.
“Mari luangkan waktunya seminggu atau sebulan untuk bergandengan tangan terus menerus dudukin kantor bupati Banyuwangi, kita meminta cabut IUP tambang emas itu atau ancaman kerusakan alam akan terjadi terus menerus selamanya.” pungkasnya. (Ags)



