METROPOST1.COM, Majalengka — Pembangunan Infrastruktur di masa pandemi menuai polemik di tengah masyarakat sampai saat ini.
Pemerintah Daerah dalam situasi Pandemi masih bisa membangun infrastruktur di berbagai sudut kota di Majalengka, wajar Dikatakan Wakil Rektor 1 Universitas Majalengka Dr. Diding Badjuri di ruang kerja 7 September.
“Maraknya pembangunan infrastruktur ini menjadi suatu perdebatan di tengah masyarakat dimasa Pandemi dan saya kira wajar-wajar saja,” kata Diding
Meskipun, UNMA sendiri sebagai mitra dari pemerintah daerah selama ini akan terus mengamati perkembangan pembangunan infrastruktur terutama dari segi aspek penataan kota.
Ia, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Majalengka juga harus diimbangi dengan analisa serta dampak terhadap perubahan sosial masyarakat sehingga harus ada perhatian lebih dari sisi keseimbangan supaya tetap terjaga.
” Makanya sosial Engineering harus mendapat perhatian dengan berbagai perubahan infrastruktur dan segala macem itu,’ ujarnya.
Karena laju pembangunan ini tentunya akan berdampak sekali terhadap tingkat kriminalitas, tingkat kemacetan serta rekayasa lalu-lintas juga.
“Nah, kalau berbicara rekayasa lalu-lintas harus di imbangi ke depan secara terencana dan sistematis,” jelasnya.
Ada beberapa ruas jalan yang harus di perlebar. dicontohkan dia, seperti di bunderan munjul banyak kendaraan di belokan ke arah kiri, makanya Bus-bus besar bisa nerobos karena ada ruas jalan yang tidak aksesibel.
” jadi sebuah kebijakan itu harus diimbangi dengan kebijakan yang lain sehingga implementasi bisa berjalan lancar,” tuturnya.
Dan pembangunan infrastruktur di Majalengka memang di peruntukan kesitu, hanya sebuah opini publik saja dalam situasi seperti ini. (Ade)



